Hepatitis Peringkat Tujuh Penyebab Kematian di Indonesia – Radar Jember

Pemerintah terus berupaya keras untuk mengendalikan berbagai penyakit yang menyebabkan angka kematian tinggi. Salah satunya penyakit hepatitis yang menduduki peringkat ketujuh penyakit penyebab kematian di Indonesia. Nomor satu tetap penyakit stroke, kemudian disusul penyakit jantung koroner, diabetes melitus dengan komplikasi, tuberkolusis paru, hipertensi dengan komplikasi, penyakit paru obstruksi kronis. 

Hal itu dikupas dalam acara pertemuan terpadu program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (P2HPISP) yang digelar di kantor PPNI Bondowoso. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Prov Jawa Timur Nurmah Indriyani SKM MKes. Pertemuan terpadu program P2HPISP beberapa waktu lalu itu mengundang programmer P2HPISP dan bidan koordinator se-Kabupaten Bondowoso. 

Saat menyampaikan materinya, Nurmah Indriyani menjelaskan hepatitis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang di dunia, termasuk Indonesia. “Upaya penanggulangan hepatitis dilakukan antara lain penggalangan komitmen di tingkat global melalui resolusi WHA tahun 2010 dan 2014, serta resolusi regional tahun 2014,” kata Nurmah Indriyani. 

Dia menjelaskan, pengendalian hepatitis masuk program di Subdit HPISP mulai 2011. Lantas, dia menjelaskan bahwa 2 miliar penduduk di dunia pernah terinfeksi hepatitis. 240 juta hidup pengidap hepatitis B kronis. 150 juta hidup pengidap hepatitis C Kronis. 700 Ribu meninggal karena hepatitis C. “Satu orang meninggal setiap 45 detik karena hepatitis,” ungkapnya. Sedangkan di Indonesia ada 20 juta orang terinfeksi HBV dan HCV. 

Tujuan pengendalian dan pencegahan hepatitis dibagi menjadi dua. Tujuan umum adalah melaksanakan kegiatan pengendalian hepatitis,  secara berhasil-guna dan berdaya-guna dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. “Tujuan khususnya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran. Mencegah terjadinya penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta meningkatkan kualitas hidup orang dengan hepatitis,” imbuhnya. 

(jr/hud/aro/das/JPR)

Source link