Dua kandidat itu adalah H Hisan-KH Abdullah Mansyur (Hisbullah). Pasangan ini diusung Partai Demokrat dan PAN dengan total sembilan kursi. Selain itu, H Slamet Junaidi-H Abdullah Hidayat (Jihad). Pasangan ini diusung PPP, Partai Nasdem, PDIP, dan PKS dengan total 13 kursi.

Selain mereka, ada tiga kandidat yang juga memiliki keinginan meramaikan Pilkada Sampang tahun ini. Yakni, Hermanto Subaidi-Suparto yang baru-baru ini mendapat rekomendasi Partai Gerindra dengan delapan kursi di parlemen. Kemudian, KH Muhammad bin Muafi Zaini-Moh. Hodai yang diusung Partai Golkar dan Partai Hanura dengan enam kursi. Lalu, Matorurrozaq Ismail alias Torul yang baru mendapat rekomendasi PBB dengan satu kursi di DPRD Sampang.

Mendekati pendaftaran paslon yang tinggal empat hari lagi, baik Hermanto Subaidi, Ra Mamak (KH Muhammad bin Muafi Zaini), dan Torul, akan berjuang memperebutkan rekomendasi parpol yang belum menyatakan sikap. Herman dan Torul sama-sama memperebutkan rekomendasi PKB. Jika rekom PKB bisa digapai Torul, dia masih bisa maju karena sudah mengantongi rekomendasi PBB. Jika Herman berhasil merebut rekom PKB, dia tak akan cemas karena sudah mengantongi rekom Gerindra.

Berbeda dengan Herman dan Torul, partai pengusung Ra Mamak, Partai Golkar dan Partai Hanura totalnya baru enam kursi. Sementara PKS yang berusaha didekati memilih merekom Haji Idi (Slamet Junaidi). Otomatis hanya tinggal PKB yang belum menentukan sikap. Dengan demikian, posisi Herman, Torul, dan Ra Mamak sama-sama belum aman. Tetapi, semua kandidat masih memiliki peluang untuk mendapat rekomendasi sebelum pendaftaran paslon.

Sekretaris DPC PDIP Sampang Moh. Anwar Sanusi mengatakan, rekomendasi dari DPP untuk Pilkada Sampang sudah turun. Namun, surat rekomendasi tersebut belum diterima DPC, melainkan masih ada di DPD. ”Rekomendasi PDIP diberikan kepada Jihad. Karena kami partai kecil di Sampang, jadi mengekor saja,” ucap Anwar, Rabu (3/1).

Dia menyampaikan, awalnya PDIP menawarkan Moh. Hasan Jaelani atau Tretan Mamak (TM) kepada parpol lain untuk dijadikan sebagai bacawabup. Namun, keinginan internal PDIP sulit terwujud.

Humas DPD PKS Sampang A. Robik Jaizi menyatakan, penyerahan rekomendasi secara formal akan dilakukan Kamis (4/1). Rekomendasi akan diberikan kepada Jihad. Sebelumnya, DPD PKS mengusulkan Haji Idi dan Ra Mamak ke DPP. Namun, berdasarkan pertimbangan internal partai dan ulama, DPP memutuskan merekom Haji Idi. ”Rekom belum di tangan. Tapi, insya Allah tidak berubah,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Hanura Sampang Moh. Marsuki mengaku rekomendasi partainya masih dalam proses. Namun, Marsuki pernah memastikan rekomendasi bakal turun ke Ra Mamak.

Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro mengatakan, DPP telah memberikan sepuluh syarat yang harus dipenuhi bacabup-bacawabup atau bacagub-bacawagub. Termasuk di Sampang. Salah satunya hasil survei. Pertimbangan Gerindra memberi rekomendasi kepada Hermanto Subaidi karena dinilai memenuhi syarat. Karena itu, rekomendasi DPP Partai Gerindra sudah mengikat dan final.

”Kalau melihat rekomendasi, PKB dan Gerindra berkoalisi. Ada sebuah kewajiban bagi partai yang mengusung untuk berkoalisi. PKB-Gerindra sudah pasti berkoalisi,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPD PAN Sampang Muhammad Yanto memastikan bersama Partai Demokrat mendukung Hisbullah. Rekomendasi PAN dan Demokrat sudah berupa rekomendasi berpasangan.

Ketua DPC PKB Sampang Achmad Fauzan Zaini menyatakan, nama yang diajukan untuk menerima rekomendasi tetap Torul dan Hermanto Subaidi. Tetapi, sampai saat ini rekomendasi tersebut belum turun. ”Kalau Gerindra merekom Suparto, itu kan Gerindra sendiri,” terangnya.

Fauzan mengaku belum berani melangkah lebih jauh selama rekomendasi belum turun. Sebab, Torul dan Herman sama-sama memiliki peluang untuk mendapat rekomendasi PKB sebagai cabup di Pilkada Sampang 2018. ”Kabarnya tanggal 4–5 Januari rekom akan turun. Dua kader PKB jadi rebutan dan rekom PKB juga ditunggu-tunggu,” katanya.

Peneliti Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam berpendapat, parpol akan berhitung elektabilitas calon. Kandidat, terutama yang belum memenuhi syarat dukungan minimal sembilan kursi, untuk meningkatkan daya pikat dan elektabilitas agar bisa masuk dalam ruang edar calon di Sampang. ”Modal ekonomi dan simbolik juga harus kuat. Karena memang tidak semua kandidat memiliki modal lengkap seperti itu. Jika ada yang mendekati, dia punya peluang lebih besar,” ungkap Surokim.

Di luar Hisbullah dan Jihad, kata Surokim, secara matematis hanya tinggal Partai Gerindra. Kandidat yang mendapat rekomendasi partai ini berpeluang poros tiga di Sampang. Kecuali, jika PPP bisa keluar dari koalisi PDIP, peluang untuk bersama Golkar menjadi terbuka.

”Dalam politik, memang semua kemungkinan masih terbuka. Tetapi, melihat pengalaman, sepertinya berat jika calon lebih dari tiga. Nah, yang berebut dukungan partai kecil harus ekstra hati-hati,” terang dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura itu.

Kendati demikian, semua kandidat masih berpeluang untuk mendapatkan rekom. Tinggal bagaimana pendekatan diri kepada DPP diperkuat. Apabila semua kandidat bisa maju akan semakin bagus untuk demokrasi lokal di Kota Bahari.

Surokim menerangkan, anggaplah ada empat kandidat. Pertama poros PKB, kedua poros Gerindra, ketiga poros PPP, dan keempat poros Demokrat. Apabila hal ini terwujud, kompetisi akan semakin ketat dan pertarungan gagasan akan lebih berkembang daripada politik identitas. Juga bisa mereduksi konflik pasca pilkada. ”Apalagi kalau ada lima kandidat dan memenuhi syarat semua. Akan sangat fungsional untuk pembelajaran demokrasi elektoral kita,” jelasnya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif mengingatkan, ketika pendaftaran calon jalur parpol, pengurus parpol atau gabungan parpol wajib hadir ke KPU. Apabila tidak hadir, ketidakhadiran harus dibuktikan dengan surat keterangan instansi yang berwenang. ”Apabila pengurus atau gabungan parpol tidak hadir, paslon tidak bisa mendaftar ke KPU,” katanya.

Selain itu, ada baiknya pendaftaran dilakukan tidak mendekati deadline. Andai terdapat kekurangan, parpol dan paslon masih mempunyai cukup waktu untuk melengkapi. Tes kesehatan bagi paslon yang secara resmi telah mendaftar ke KPU Sampang akan ditempatkan di RSAL dr. Ramelan Surabaya. ”Kami imbau supaya paslon mendaftar sejak awal-awal,” jelasnya.

Setelah serangkaian tes kesehatan dan verifikasi dokumen, daftar paslon akan diumumkan pada 12 Februari 2018. Sehari setelahnya, KPU akan melakukan pengundian dan pengumuman nomor urut paslon.

(mr/ghi/luq/bas/JPR)