Honor Capai Rp 15,2 Miliar, GTT Berharap Naik Lagi – Radar Madura

Untuk meng-cover kebutuhan tenaga honorer K-2 ini, pemkab melalui dinas pendidikan (disdik) telah menyiapkan dana fantastis. Yakni Rp 15,2 miliar yang bersumber dari dana intensif daerah (DID) Rp 7,5 miliar dan dana alokasi umum (DAU) Rp 7,7 miliar. Itu sebagaimana tertulis di buku dokumen APBD 2018. Anggaran tersebut untuk peningkatan fungsi GTT.

Angka Rp 15,2 miliar ini terbilang wajar. Mengingat, jumlah GTT K-2 di lingkungan disdik mencapai ribuan orang. Secara keseluruhan, tenaga honorer K-2 sebanyak 1.260 orang. Dari jumlah tersebut mayoritas adalah GTT di lingkungan Disdik Pamekasan.

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Pamekasan Maskur mengaku senang karena honor GTT tahun ini naik. Akan tetapi, menurut dia, honor Rp 1 juta belum masuk kategori layak. Sebab idealnya, seorang guru digaji setara dengan upah minimum kabupaten (UMK).

Karena itu, pihaknya berharap agar tahun depan anggaran untuk GTT lebih ditingkatkan lagi. ”Jika tahun ini dianggarkan Rp 1 juta per bulan, pada 2019 setidaknya bisa setara UMK,” kata Maskur.

Sementara itu, Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun mengaku akan terus memperjuangkan nasib GTT K-2. Terkait permintaan agar honor guru dinaikkan setara UMK, hal itu masih akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Di samping memperjuangkan kenaikan gaji, pihaknya juga akan berjuang agar para GTT K-2 mendapat SK dari bupati Pamekasan.

(mr/mam/han/bas/JPR)