IAIN Jember Gelar National Archery Competition Open – Radar Jember

“Kejuaraan akan digelar mulai besok (hari ini, Red) selama tiga hari yang rencananya akan dibuka oleh Bupati Jember bersama Kapolres. Untuk hari ini (kemarin, Red), kita gelar latihan bersama terlebih dulu,” tutur Kusuma Irianto, ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jember, organisasi cabor yang menaungi olahraga panahan. Acara tersebut digelar oleh Sororities Archery Entire (SAE), salah satu organisasi klub panahan yang berbasis di kampus IAIN Jember. 

Pihak penyelenggara sengaja menyediakan waktu selama satu hari bagi seluruh peserta untuk berlatih terlebih dahulu di lapangan IAIN Jember. Tujuannya, agar peserta bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan. Sebab, lapangan tersebut juga akan digunakan sebagai arena lomba. 

“Karena kondisi tempat latihan dan tempat bertanding itu terasa bedanya, yang akan berpengaruh saat bertanding. Antara lain, luas lapangan yang akan berdampak pada daya pandang juga,” jelas pria yang juga atlet dan pelatih panahan ini. 

Kejuaraan panahan di IAIN Jember ini terdiri dari beberapa kategori, mulai dari SD, SLTP, SMA, Mahasiswa, dan Umum yang tergabung dalam satu kategori. “Untuk kelas SD jaraknya 20 meter, SMP jaraknya 30 meter, dan Umum jaraknya 40 meter. Tetapi,l untuk anak SD juga bisa ikut di kategori atasnya, biasanya untuk uji nyali,” terang Kusuma. 

Selama ini, Perpani fokus mengembangkan event panahan di tingkat siswa sekolah dasar. “Karena dari event pemerintah seperti Popda dan POR SD hanya empat tahun sekali. Jadi, kalau ada event tahunan kita bisa siapkan bibit atlet sejak dini,” kata Kusuma. 

Sebagai langkah awal, kejuaraan tahun ini hanya melombakan kelas Standart Bow. “Standart Bow ini kan juga cocok untuk pemula panahan,” tutur Kusuma. 

“Karena basic anggota kita kebanyakan masih di Standart Bow. Mungkin, tahun depan kalau bisa rutin, kita akan coba untuk kelas recurve dan compound,” jelas Nur Khotim Maulidi, ketua Umum SAE IAIN Jember. 

Khotim berharap kejuaraan ini bisa sekaligus menemukan bibit-bibit atlet panahan di Jember. Meski demikian, kejuaraan ini juga menarik antusiasme pemanah dari berbagai daerah. “Peserta mencapai sekitar 285 orang dari 20 kabupaten/kota. Biasanya, setelah ada kejuaraan seperti ini, mereka yang cinta panahan akan semakin bertambah,” pungkas mahasiswa IAIN Jember ini. 

(jr/ad/hdi/das/JPR)

Source link