Ibunda Bupati Giri Prasta Berpulang, Pangabenan Tunggu Hari Baik – Bali Express

Penyebab kematian istri almarhum I Nyoman Sukarta itu diduga karena faktor usia. Selain itu, wanita kelahiran 31 Desember 1943 ini juga tengah dirawat karena menderita sejumlah kasus penyakit. Terhadap rencana pangabenan, menurut informasi yang berhasil dikumpulkan di Humas Pemkab Badung, masih menunggu rapat keluarga termasuk melibatkan prajuru Desa Adat Pelaga. Selain hasil rapat, pihak keluarga tengah menunggu hari baik dari pihak griya atau sulinggih.

Kabar berpulangnya ibunda orang nomor satu di Badung ini tentu saja mengejutkan banyak pihak. Ucapan bela sungkawa pun mengalir termasuk memenuhi halaman medsos seperti Facebook (FB). “Kami mengucapkan ikut berduka cita atas berpulangnya ibunda Bapak I Nyoman  Giri Pratsa (Bupati Badung), dumogi amor ring Achintya,” ujar Bendesa Adat Legian, Gusti Ngurah Sudiarsa, yang juga politisi PDI Perjuangan.

Masih dari Legian, ucapan bela sungkawa juga datang dari mantan anggota DPRD Badung, Nyoman Bagiana Karang serta politisi Partai Golkar Nyoman Rutha Ady. Keduanya berharap almarhumah bisa memperoleh tempat yang layak di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Hal sama juga dikatakan politisi Partai Gerindra Nyoman Sentana. Melalui akun FB-nya, anggota Komisi IV DPRD Badung tersebut mengucapkan turut berbela sungkawa. “Kami keluarga besar Sentana (KBS) menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya Ibunda Bapak Nyoman Giri Prasta (Bupati Badung), semoga ibunda dapat berisitirahat dengan tenang di sisi-Nya,” tulisnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Mangusada Badung, dr. Nyoman Gunarta membenarkan jenazah alrmahumah dititip di ruang jenazah RSUD. Pihaknya pun langsung menyiapkan tempat untuk jenazah. “Benar. Datangnya tadi (kemarin) pukul 14.30,” ujarnya.

Ada perlakukan khusus kepada jenazah? Ditanya begitu, ia mengatakan tetap sesuai standar operasional prosedur yang ada. Jenzah tetap ditempatkan di ruang jenazah, layaknya jenazah yang lain. Hanya, pihaknya membuatkan satu tempat khusus. “Sudah ada SOP-nya. Beliau tetap ditempatkan di kamar jenazah, hanya tempatnya di luar, karena untuk memudahkan para pelayat yang banyak dan agar tidak mengganggu mayat yang lain,” tegasnya.

Semasa hidupnya, Suwiti mengabdikan diri sebagai bidan di desa, bersama suaminya, I Nyoman Sukarta (alm) yang juga berprofesi sebagai mantri di Desa Pelaga, Petang. Sementara Bupati Giri Prasta sangat bangga terhadap sosok almarhumah. Di berbagai kesempatan, mantan Ketua DPRD Badung tersebut menceritakan sosok ibunda dan sang ayah yang gigih melayani masyarakat. Pun tak jarang, Giri Prasta kecil kerap diajak ikut serta saat mendatangi pasien. 

(bx/adi/yes/JPR)

Source link