Ikan Asap Diburu saat Ramadan – Radar Bromo

DRINGU – Momen Ramadan membuat aktivitas ekonomi meningkat drastis. Salah satunya, pedagang ikan asap yang makin meningkat. Baik di kota/kabupaten Probolinggo.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, mereka ini pedagang ikan asap musiman. Yaitu, hanya berjualan saat Ramadan tiba. Namun, ada juga pedagang yang berjualan ikap asap sejak sebelum Ramadan.

Di Kabupaten Probolinggo ada dua titik yang menjadi sentra penjualan ikan asap. Yaitu di jalan pantura Dusun Parsean, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu dan di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto.

Sedangkan di Kota Probolinggo, juga ada dua titik. Yaitu di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, dan Kelurahan/Kecamatan Mayangan.

Setiap titik penjualan ikan asap selalu ramai mendekati waktu berbuka puasa. Maklum, warga banyak membeli ikan asap untuk menu berbuka. Rata-rata, ikan dijual antara Rp 5 ribu – Rp 50 ribu per biji.

Mbok Su, 45, penjual pedagang ikan asap musiman asal Parsean mengaku, berjualan di kala ramadan sudah menjadi rutinitasnya. Hal itu dilakukan untuk mengisi waktu luang.

“Setiap ramadan saya berjualan. Itung-itung bantu suami untuk tambahan rizki. Kan sayang kalau waktu dibuang sia-sia. Apalagi di bulan ramadan memang laku keras,” katanya.

Siti, penjual ikan asap musiman asal Parsean menambahkan, berjualan ikan asap cukup simpel. Hanya butuh tusuk bambu untuk ikap dan kayu bakar.

“Saya jualan ikan asap saat ramadan, soalnya cukup simpel. Kalau kuliner lain kan prosesnya lama. Agar tidak memakan banyak tenaga, ya jual ikan asap ini. Apalagi sudah lama saya jualnya,” terangnya.

Ikan asap khas Probolinggo sendiri memang menjadi buruan para pencintanya. Seperti yang dikatakan Hamsiah. Menurutnya, berbuka puasa tidak lengkap rasanya jika tidak ada hidangan ikan asap. Karena itu, setiap sore dirinya selalu membeli ikan asap.

“Enak. Harganya cukup terjangkau. Apalagi ikannya masih segar. Sampai di rumah langsung saya masak untuk keluarga,” ungkapnya.

Banyaknya pemburu ikan asap membuat omset pedagang ikan asap meningkat per hari selama Ramadan. Seperti dirasakan Siti Maimuna, 30, warga Parsean.

Di hari biasa, ikan asap miliknya terjual sekitar Rp 400 ribu per hari. Namun, selama Ramadan bisa mencapai Rp 1 juta. “Alhamdulillah laku banyak. Kalau hari biasa sepi, paling banyak hanya Rp 400 ribu,” katanya.

Taufik, 35, pedagang yang lain mengatakan hal serupa. Di hari biasa, penghasilannya mencapai Rp 250 ribu – Rp 300 ribu perhari. Sedangkan di bulan ramadan antara Rp 300 ribu – Rp 400 ribu perhari.

Source link