Ingin Bondowoso Punya Musik Tradisional Tong-Tong – Radar Jember

Blindungan tak hanya dikenal sebagai kelurahan yang berada di darah pasar induk Bondowoso. Blindungan pun dikenal dengan musik patrolnya, bahkan sampai ada kampung patrol, lantaran setiap tahun menggelar lomba kesenian musik tradisional tersebut. “Karena di Blindungan sejak dulu ada lomba kesenian musik tradisional, dan sekarang digalakkan lagi. Sehingga, setiap RT itu punya grup musik tradisional sendiri,” ujar Aris Taufik, Ketua Kesenian Musik Garuda Sakti Tong-Tong.

Aris sendiri sengaja tidak memakai nama patrol, dan tak mau disebut musik patrol. “Kalau patrol ini sudah identik dengan Jember, orang luar sana kenal patrol ya dari Jember,” terangnya. Sehingga, kata dia, ingin Bondowoso ini punya musik tradional yang khas.

Pria yang bekerja di Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso ini mengaku  Bondowoso ini punya potensi. Dan bambu pun sudah dipakai lama oleh masyarakat sebagai pengeras suara. Salah satunya adalah kentongan, yang kini kentongan sering ditemukan hanya pedagang keliling. “Dulu kentongan setiap rumah punya, pos siskamling juga ada,” terangnya.

Kentongan yang difungsikan sebagai penanda, entah itu hajatan, bencana alam, kebakaran pun kini telah ditinggalkan. Sehingga, kata Aris, 17 Agustus 2015 memutuskan memakai kentongan dalam lomba musik tradisional di Blindungan. “Waktu itu ada lomba musik tradisional, kami memakai kentongan,” ungkapnya.

Tak lama grup musik garuda sakti tong-tong ini tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta pada 1 Oktober kemarin. Mewakili Bondowoso untuk pertunjukan seni secara nasional. “Motivasi kami ingin menunjukan Bondowoso ini punya musik tradisional yang khas,” terangnya.

Hanya alat musik terbuat dari kentongan bambu dengan ragam suara, jimbe, plus timba bekas mampu menghasilkan irama musik yang menarik. Mengiringi lagu dengan alat kentongan pun mampu dipersembahkan grup musik garuda sakti tong-tong itu. “Kalau timba bekas ini untuk suara bass, sedangkan bambu itu untuk suara trebell,” katanya.

Musik tradisional kentongan yang dibawakan Aris, dan grupnya tersebut selalu lagu-lagu kebangsaan yang dibawakan. Dia pun ingin juga menumbuhkan rasa kecintaan tanah air ke generasi muda lewat lagu kebangsaan. “Anak kecil sekarang lagu nasional banyak yang gak hafal. Coba lagu dangdut mereka hafal,” terangnya.

Maka tak salah nama grup kesenian musik tradisional memakai nama garuda sakti tong-tong. “Kalau nama garuda, karena sering membawakan lagu Garuda Pancasila, kalau sakti dari Disparpora, dan tong-tong itu suara khas kentongan,” pungkasnya. 

(jr/dwi/das/JPR)

Source link