Ini Pengakuan Gus Teja Main Seruling Dengan Ribuan Siswa di BEE – Bali Express

Menariknya, Maestro Seruling asal Ubud, Gianyar ini juga berkolaborasi dengan ribuan siswa yang memadati Gedung Kesenian Gede Manik Singaraja untuk meniup buluh perindu bersama-sama. Mereka mengumandangkan lagu “Bendera Merah Putih,” karya almarhum Gede Darna dengan penuh khidmat.

Sejak pukul 16.00 Wita sore, areal Gedung Gede Manik mulai dipadati ribuan siswa SD dan SMP. Mereka sudah membawa suling dari rumah masing-masing untuk ditiup bersama saat penutupan. Pementasan Seribu Seruling bersama Gus Teja pun dimulai sekitar pukul 18.00 Wita.

Rupanya tampil di ajang penutupan BEE kali ini begitu spesial bagi Gus Teja. Meski kerap diundang pentas di berbagai belahan dunia, namun baginya bermain seruling bersama ribuan siswa adalah pengalaman yang pertama kalinya.

Pihaknya pun mengaku bangga, karena kini seruling sebagai alat musik tradisional sudah menarik minat anak-anak muda untuk memainkannya. “Ini pengalaman saya yang pertama bermain dengan ribuan siswa. Apalagi memainkan lagu Merah Putih yang sering saya nyanyikan sejak kecil. Luar biasa,” ujarnya.

Gus Teja pun tak menampik bila dulu orang agak enggan bermain suling. Pasalnya tak bisa senyum saat bermain suling. Tetapi kini seruling sudah mampu menarik minat generasi muda untuk dimainkan kapan dan dimana saja.

“Suling mudah dibawa kemana-mana. Dimanapun bisa bermain suling. Saat bermain akan membawa ketenangan. Yang penting senang dulu dengan bermain suling dan jangan lupa berlatih,” pesannya.

Ditemui usai acara penutupan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Buleleng Gede Suyasa, menjelaskan diundangnya Gus Teja dalam penutupan BEE tahun 2018 adalah untuk menggambarkan tema BEE yaitu Think Globaly, Act Localy. Menurutnya, berpikir dan masuk ke ranah global boleh, tapi jangan lupa kearifan lokal. Jangan lupa potensi-potensi lokal yang dimiliki.

“Dari hasil pemikiran tersebut kita mengundang Gus Teja. Seseorang yang telah mengglobal dikenal namun masih tetap menggunakan alat tradisional Bali yaitu seruling,” ujarnya.

Sementara, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan,  BEE telah mampu mengeksplor kreatifitas seluruh sektor di bidang pendidikan. Sebagai Kota yang terluas di Bali, Buleleng diharapkan mampu menampilkan prestasi di segala bidang.

”BEE telah berlangsung selama lima Hari, tentu ada berbagai  macam kegiatan dan bisa dilihat disini adalah semangat dari para peserta, dukungan dari orang tua dan komite, kemudian pihak sekolah juga semangat untuk peserta didiknya msing-masing,”tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

Source link