Inilah Tampilan Bakat Seni Penyandang Disabilitas – Radar Kudus

KOTA – Kemeriahan hari disabilitas diperingati di Pendopo Kabupaten Jepara kemarin. Pada kegiatan tersebut, banyak hal yang menyita perhatian. Salah satunya terkait penampilan para penyandang disabilitas saat menghibur di sela-sela acara.

Beberapa penampilan yang ditampilkan yakni tari-tarian dan musik band dari pelajar SLB Jepara. Selain itu, ada pula penampilan pantomim yang dibawakan oleh salah satu penyandang disabilitas Joko Sudarwadi.

Dalam menampilkan pantomim itu, Joko mengenakan kostum serba hitam. Wajahnya juga tampil dengan make up putih tebal khas pantomim. Meski merupakan penyandang tuna wicara sekaligus tuna rungu namun kepiawaian Joko bermain pantomim patut diacungi jempol. Penonton pun berkali-kali bertepuk tangan menyaksikan penampilannya.

Sementara itu, saat band dari SLB Jepara tampil, beberapa penonton terhanyut oleh lagu-lagu yang dibawakan. Vokalis band tersebut, Adib menyenandungkan lagu-lagu yang membuat penonton terbawa suasana. Lagu yang dibawakan di antaranya Kehilangan dan Mama Papa Larang. Selama ini diapun sudah sering tampil di berbagai acara.

Ketua Bina Akses Jepara yang merupakan salah satu wadah bagi para disabilitas di Jepara, Budi Mulyo mengatakan, sejak 2004 dia mengupayakan agar para penyandang disabilitas memiliki wadah. Pada 2012 lalu, Bina Akses terbentuk. ”Kami berharap semakin ada perhatian dari pemerintah untuk para penyandang disabilitas di Jepara,” tuturnya.

Budi menyatakan, dia senang pemerintah memberikan bantuan dan memfasilitasi mereka melalui peringatan hari disabilitas bertema Menuju masyarakat Inklusif, Tangguh dan berkelanjutan kali ini. ”Kami juga senang saat ini sudah ada beberapa fasilitas umum untuk difabel seperti trotoar khusus difabel,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinsospermades Kabupaten Jepara, Muh Zahid mengatakan, melalui peringatan hari disabilitas tersebut pihaknya berharap bisa membangun kepedulianmasyarakat bagi perwujudan kesetaraan dan kesejahteraan penyandang disabilitas. Selain itu, diharapkan pula bisa menjadi upaya pemberdayaan bagi para penyandang disabilitas.

Muh Zahid melanjutkan, melalui kegiatan itu pihaknya juga mendorong para disabilitas menyalurkan hobinya. ”Terbukti banyak yang memiliki hobi di bidang seni dan ditampilkan di sini,” tuturnya.

Muh Zahid menyatakan, sebagai bentuk kepedulian pada penyandang disabilitas Dinsospermades juga memberikan bantuan bagi mereka. Pada tahun ini bantuan yang telah diberikan yakni bantuan modal untuk 87 disabilitas, bantuan bahan makan untuk 120 orang, kursi roda 15 unit, krek 5 pasang, kaki dan tangan palsu 5 orang. ”Khusus untuk kemarin kami bagikan alat bantu penyandang disabilitas berupa kursi roda 14 unit, tongkat putih 4 unit, krek ketiak 3 pasang, wolker 3 unit, alat bantu dengar 8 unit serta tripot 1 buah,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)