Instalasi Pompa Banjir Lebihi Deadline – Radar Madura

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengatakan, pembangunan instalasi pompa banjir belum bermanfaat. Perencanaan kurang matang. Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, pembangunan belum selesai. ”Jika melebihi deadline harus didenda. Kami minta pembangunan lebih mengutamakan kualitas,” tegas politikus asal Kecamatan Omben itu Senin (15/1).

Anggaran yang dikucurkan melalui APBD Jawa Timur 2017 itu sebanyak Rp 49.968.800.000. Berdasar data LPSE Jawa Timur, anggaran Rp 49.968.800.000 terbagi dalam lima kegiatan Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur. 

Pertama, pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning di Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang. Pembangunan Pompa Pandian dengan pagu Rp 8.020.000.000 dan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 8.017.460.000. Namun, PT Indopenta Bumi Permai keluar sebagai pemenang dengan nilai kontrak Rp 7.650.357.000.

Kedua, pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning di Jalan Bahagia. Pompa Jrangon di Kampung Kajuk, Kelurahan Rongtengah, dengan pagu Rp 14.305.644.000 dan nilai HPS Rp 14.303.960.000. Lagi-lagi PT Indopenta Bumi menjadi pemenang dengan menyisihkan 24 peserta lelang yang lain. Nilai kontrak sebesar Rp 13.999.601.000.

Ketiga, pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning di Desa Panggung. Pompa Dag Bukor ini memiliki pagu anggaran Rp 18.883.000.000 dan HPS Rp 18.880.917.000. PT Ganesha Jaya jadi pemenang dengan nilai kontrak Rp 18.669.024.000.

Keempat, pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning di Jalan Teratai. Pompa Jagalan di Kelurahan Dalpenang ini memiliki pagu anggaran Rp 8.070.000.000 dan nilai HPS Rp 8.068.687.000. PT Gala Karya jadi pemenang dengan nilai kontrak Rp 7.936.247.000.

Program kelima supervisi konstruksi pembangunan instalasi banjir Sungai Kamoning. Nilai pagu untuk pengawasan ini Rp 690.156.000 dengan nilai HPS Rp 690.140.000. Lelang dimenangkan PT Mitra Cipta Engineering Consultant dengan nilai kontrak Rp 642.565.000. Pengerjaan proyek itu dimulai 22 Agustus–27 Desember 2017.

Upaya koran ini menghubungi Mei Sunarto selaku SE PT Indopenta Bumi Permai belum bisa memberikan kejelasan. Dihubungi ke nomor yang biasa digunakan tidak direspons. 

(mr/rul/luq/bas/JPR)