Ironisnya, satu diantaranya ternyata tengah hamil empat bulan. – Radar Bromo

Ironisnya, satu diantaranya ternyata tengah hamil empat bulan. Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko menyampaikan, operasi penyakit masyarakat kali ini digelar, menjelang pergantian tahun baru. 

Pasalnya, momen tahun baru kerap menjadi ajang “jual sahwat”. Untuk menekan tindak prostitusi itulah, operasi itu digelar. “Operasi pekat ini, untuk menegakkan perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Pelacuran,” kata Yudha-sapaannya. 

DIDATA: PSK yang terjaring didata petugas di markas Satpol PP.
(Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Untuk kelancaran operasi itu, belasan petugas dikerahkan. Mereka diterjukan sekitar pukul 22.00 di wilayah Pesanggrahan, Kecamatan Prigen. Sejumlah tempat yang disinyalir menjadi tempat PSK menunggu pelanggannya, disisir. 

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan sembilan PSK. Ke sembilan PSK itu, rata-rata berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat. “Kami mengamankan sembilan PSK yang berada di wisma dan tengah menunggu pelanggannya,” tukas Yudha. 

Dikatakan Yudha, mereka yang terjaring razia itu langsung diangkut menggunakan mobil patroli. Selanjutnya, mereka diperiksa. Tak hanya data pribadi tetapi juga kesehatannya. 

Dari pemeriksaan itulah, diketahui kalau satu diantaranya tengah hamil. “Mereka semua negatif HIV AIDS. Kendati begitu, satu diantaranya tengah hamil empat bulan,” sambungnya. 

Para PSK yang berhasil diciduk itu, kemudian bakal digiring ke Dinsos Kabupaten Pasuruan. Beberapa dari mereka langsung menangis, saat hendak akan diangkut oleh petugas. “Jangan dibawa ke Dinsos Pak,” rintih seorang PSK yang terjaring. 

Rintihan itu tak membuat petugas bergeming. Mereka tetap diangkut untuk mendapatkan pembinaan di Dinsos.

(br/fun/one/fun/JPR)

Source link