Jadi Embarkasi, Perlu Asrama Haji – Radar Jember

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Jember Ahmad Tholabi mengatakan, setiap tahun jumlah jamaah haji di Jember selalu banyak. Tahun 2016 terdapat 1.687 jamaah, lalu meningkat menjadi 2.223 jamaah pada 2017. “Namun meskipun ada embarkasi haji antara tidak berpengaruh pada kuota jumlah jamaah,” katanya. 

Sebab, penentuan jumlah kuota itu dilakukan oleh Kemenag Wilayah Provinsi Jawa Timur. Hanya saja, bila menjadi embarkasi haji dan tersedia asrama, maka jamaah haji dari daerah sekitar tak perlu lagi ke Surabaya, bisa langsung melalui Jember. “Itu akan mempermudah jamaah haji dan umrah,” tambahnya. 

Selama ini, kata Tholabi, biaya operasional haji daerah cukup banyak. Sekitar empat tahun terakhir, biaya untuk berangkat dari Jember ke Surabaya dan Surabaya Jember ditanggung oleh APBD. “Dulu bayar per orang Rp 200 ribu,” akunya. 

Biaya tersebut tentu cukup mahal dan Pemkab Jember harus mengeluarkannya setiap tahun keberangkatan haji. Namun, pengeluaran itu bisa dipangkas bila rencana bandara menjadi embarkasi haji berhasil. “Tetapi Pemkab butuh dana yang besar untuk pembuatan asrama haji,” tuturnya. 

Kemenag Jember, lanjut dia, juga diminta mencari informasi tentang pembangunan asrama haji. Yakni menanyakan informasi tentang hal-hal yang perlu dilakukan dalam mendirikan asrama haji. “Pembangunannya diserahkan pada pemkab sendiri, asrama haji ada empat komponen, yaitu sarana praktik manasik,  masjid atau musala, asrama dan aula,” jelasnya.

 Lokasi asrama haji tergantung Pemkab Jember sendiri. Apakah dekat dengan bandara atau tidak. Namun, bila melihat luas bandara maka bisa dibangun di daerah sekitar. Sehingga jamaah haji yang hendak berangkat lebih mudah. “Di Surabaya,  asrama haji berada di Sukolilo, sedangkan bandara di Waru, Sidoarjo butuh bus lagi untuk ke sana,” terangnya. 

Jika rencana bandara menjadi embarkasi, keberangkatan ke Madinah bisa langsung dari Jember. Namun, bila hanya embarkasi antara, maka transit saja dan mampir ke Bandara Juanda, Surabaya. “Cuma kami masih belum tahu kepastiannya,” ucapnya. 

Sejauh ini, embarkasi di Jawa Timur berpusat di Surabaya, sehingga jamaah haji seperti dari Bali hingga NTT terpusat  Surabaya. Berbeda halnya jika Jember sebagai embarkasi haji sendiri, sehingga jamaah haji terdekat akan menuju Jember. “Di asrama haji ada proses akhir, misal pemeriksaan kesehatan jamaah, kelengkapan dokumen dan lainnya,” paparnya. 

Proses itu dilakukan di asrama haji, bila ada yang tidak memenuhi syarat maka keberangkatan bisa ditunda atau dipisah dengan kloter setelahnya. “Bila  hasil survei memungkinkan jadi  embarkasi antara,  Kemenag Jember nanti diajak rapat untuk pembangunan asrama haji, kami masih nunggu,” pungkasnya. 

(jr/gus/sh/das/JPR)

Source link