Jadi Inspirasi Warga Ngadiluwih – Radar Kediri

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kegiatan itu berlangsung sekitar pukul 15.30. Dalam acara itu, Khofifah mengajak meneladani sepakterjang kepahlawanan pahlawan asli Ngadiluwih tersebut.

Setelah meresmikan taman tersebut, dalam sesi wawancara Khofifah mengaku, ikut senang dengan terbangunnya taman yang memiliki nilai historis ini. Sehingga patung dari hibah yayasan Universitas Prof Dr Moestopo (UPDM) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri ini Khoffiah harapkan bisa menjadi penanda atau penghormatan kepada putra daerah yang berjuang demi kemerdekaan.

“Kami harap dengan terpasangnya patung Mayjen Moestopo di tanah kelahirannya mampu menginsiprasi warga Ngadiluwih,” ungkapnya.

Terlebih jiwa kepahlawan Moestopo pun dia berharap agar dimiliki pula oleh warga Ngadiluwih. Menurutnya, di zaman merdeka seperti saat ini jiwa kepahlawan hadir tidak hanya dari berperang seperti pahlawan zaman dahulu.

Dengan bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan profesinya masing-masing itu juga bisa dianggap berjuang. Terlebih Khofifiah juga menyinggung bahwa dulunya selain Moestopo berkiprah dalam lahirnya kemerdekaan Indonesia dia juga seorang dokter gigi.

“Inilah jiwa sosialnya untuk menciptakan kesehatan bagi warga Indonesia diharapkan juga dimiliki warga,” terang menteri berumur 52 tahun tersebut.

Hadir dalam peresmian kemarin Bupati Kediri Haryanti. Dia mengaku, cukup bangga bahwa putra daerah, Mayjen Moestopo yang asli Ngadiluwih, tercatat sebagai pahlawan nasional. Dengan diresmikan patung pahlawan nasional tersebut bupati berharap, agar generasi muda Kabupaten Kediri bisa mengikuti jejak-jejak Moestopo.

Dengan hadir ke taman tersebut, para generasi muda diharapkan bisa mengetahui bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia juga atas peran tentara asli Ngadiluwih ini. “Dengan diresmikan taman yang bernilai sejarah tersebut. Semoga tidak hanya sebagai penghormatan bagi sang pahlawan saja. Tapi juga bisa menginspirasi,” tutur Haryanti.

Selain itu, diwakili oleh Hermanto, perwakilan yayasan sekaligus keturunan Mayjen Moestopo, menerangkan, dengan didirikannya patung sebagai monumen untuk mengenangnya. Ditandai dengan hibah patung tersebut, dia juga mengaku, akan melebarkan sayap untuk bekerjasama dengan Pemkab Kediri dalam membantu pendidikan bagi pemuda-pemuda berprestasi Kediri. Yaitu dengan memberikan beasiswa kuliah S1 di yayasan UPDM.

“Kami harap universitas yang juga digagas Mayjen Moestopo ini juga bisa bermanfaat bagi warga dari tanah kelahirannya,” tegasnya.

Setelah Taman Ngadiluwih siap dipakai dan patung Mayjen Moestopo terpasang di tengah-tengah taman. Kemarin sore sekitar pukul 15.30  dilakukanlah peresmian patung pahlawan nasional tersebut yang dilakukan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa. Selain menandatangani langsung patung pahlawan tersebut. Khofifah mengajak bersama untuk meneladani sepakterjang kepahlawanan pahlawan asli Ngadiluwih tersebut.

(rk/fiz/die/JPR)

Source link