Jadi Tuan Rumah Acara Puncak FKMA, Jokowi Bakal Hadir – Radar Madura

Busyro menjelaskan, kegiatan puncak FKMA akan dilaksanakan pada 27–31 Oktober 2018. Kegiatan akan dihadiri oleh seluruh keraton yang ada di Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara.

Sebelum acara puncak di Sumenep, rentetan kegiatan FKMA diselenggarakan di lima kabupaten di Indonesia. ”Untuk rentetan kegiatannya bulan depan sudah dimulai, tapi di daerah lain. Untuk puncaknya di Sumenep. Dilaksanakan pada 27–31 Oktober,” kata bupati kemarin (21/2).

Selain seluruh keraton di Asia Tenggara, kegiatan puncak FKMA juga bakal dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Menurut Busyro, kepastian kedatangan presiden diungkapkan langsung oleh Jokowi.

”Presiden Jokowi menyatakan berkenan untuk hadir dalam kegiatan puncak FKMA di Sumenep. Mulai saat ini panitia sudah mempersiapkan kedatangan beliau,” jelasnya.

FKMA bukan kegiatan kecil. Dalam launching yang diadakan di Jakarta, event tersebut dihadiri tamu-tamu penting. Seperti pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koordinator Kemaritiman, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, serta para raja dan sultan dari seluruh Indonesia.

Busyro yang juga menjabat sebagai dewan pakar sekaligus dewan pembina FKMA menerangkan, kegiatan ini, acara tahunan yang rutin dilaksanakan untuk menjaga tali silaturahmi antar keraton se-Asia Tenggara. Dia berharap agar keraton yang ada saat ini bisa memberikan sumbangsih kepada negara.

”Dulu keraton adalah pusat pemerintahan, pusat seni, dan budaya. Bahkan, keraton menjadi pusat perkembangan ekonomi dan hal lain yang menyangkut suatu daerah atau wilayah. Jangan sampai fungsi keraton hilang begitu saja. Saya harap keraton bisa memberikan sumbangsih kepada negara,” terangnya.

Di tahun kelima perhelatan FKMA, Busyro ingin memperlihatkan seni budaya dari setiap keraton yang ada di Asia Tenggara. Selain untuk berbagi kesenian, hal itu juga berguna demi menjaga kelestarian budaya setiap keraton.

”Setiap keraton pasti punya sesuatu yang khas, baik itu kesenian, budaya, kuliner, kebiasaan orangnya, arsitektur, dan banyak lagi. Keunikan atau kekhasan ini patut kita jaga dan lestarikan,” ucap bupati.

(mr/aji/hud/han/bas/JPR)