“Jalan yang sempat putus ini awalnya jauh dari Sungai Bedadung, karena terus menerus dihantam banjir saat hujan, maka tanah milik warga ikut ambrol,” ujar Kliwon, warga setempat. Putusnya jalan dusun tersebut sempat diperbaiki. Bahkan juga dipasang paku bumi dan sebagian dipasang bronjong.

Bronjong dan paku bumi yang dipasang itu posisinya cukup dalam, maka saat ada banjir menghantam, ikut ambrol. Termasuk panjang dan fondasi yang dari beton juga ikut ambrol. Bahkan ada beberapa pancang beton juga ikut roboh setelah dihantam banjir akibat air Sungai Bedadung cukup deras.

SUNGAI Bedadung ini di bagian tengahnya sempat disudet agar air tidak menghantam tebing jalan yang sudah diperbaiki oleh dinas PU pengairan saat itu. “Arus sungai memang sempat pindah setelah di bagian tengah dipasang tangkis dan disudet,” ujar Kliwon.

Tetapi, kini bronjong kawat yang diisi batu besar sudah terlihat ambrol. Bahkan ada beberapa panjang beton juga sudah miring. “Kalau bronjong dan panjang ini ambrol, jalan dusun ini akan putus lagi seperti kejadian beberapa tahun lalu,” pungkasnya.

(jr/jum/das/JPR)

Source link