Jalan Menuju Bandara Macet 8 Jam Lebih, Wisatawan Jengkel – Bali Express

Dari pantauan koran ini hingga Rabu malam pukul 21.00 kemacetan mulai bundaran hingga pintu masuk bandara belum terurai. Bahkan dari lokasi bundaran tempat pembangunan Underpass menuju penurunan penumpang di areal Internasional pun memakan waktu lebih dari 45 menit.

Bebeberapa sopir taksi yang diwawancarai koran ini menuding bahwa ini kesalahan pihak Angkasa Pura lantaran membangun areal parkir tanpa ada solusi kantong parkir. Sehingga selain pengaruh peak season untuk kunjungan wisatawan juga bus yang kerap parkir di pinggiran jalan.

“Kesalahan Angkasa Pura bangun gedung parkir harusnya sudah menyediakan sarana penganti. Akhirnya begini dah. Masuknya parah, keluarnya juga parah,” gerutu para sopir taksi yang tamunya memilih turun pada Rabu malam (4/7).

Salah satu sumber koran ini menyampaikan bahwa memang sejak pukul 13.00 kemacetan sudah mulai. Selain ada pembangunan proyek underpass, kemacetan ini juga diperparah dengan ada mobil yang bannya lepas. Tepanya dari arah bandara menuju Mall Bali Galleria sehingga menutup satu jalur mobil. Ketiga pembangunan gedung parkir dibandara dan tentunya menutup parkir domestik dan mengalihkan ke belakang.

“Ya, tentu saja tidak sesuai jumlah kendaraan yang masuk ke airport. Dan kenapa Angkasa Pura tidak mengantisipasi hal ini. Salah satunya penyebabnya juga bus – bus yang parkir di pinggir jalan. Yang menyebabkan macet. Bandara gagal memanage ini. Angkasa Pura gagal memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang,” terang sumber kesal.

Kondisi di dalam bandara pun disebutnya juga parah, lantaran dari lantai 5 yaitu gedung parkir internasional menuju Solaria domestik saja juga membutuhkan waktu 45 menit. “Baru sekitar pukul 21.00 sudah mulai terurai baik yang didalam bandara atau keluar bandara. Namun yang dari arah Jimbaran ke Bandara masih macet,” terangnya.

Sementara itu Kabid Lalu Lintas Perhubungan Dinas Perhubungan Kebupaten Badung Topan Priyanto saat dihubungi merespons adamya kemacetan yang berjam – jam tersebut. Menurutnya kondisi ini pun sudah diprediksi sebelumnya sehingga pihak Dinas Perhubungan sendiri telah memberikan imbauan agar menggunakan jalur alternatif dan memanage waktu menuju bandara.

“Bundaran memang lagi proses pembangunan bandara Botle Neck. Pembangunan ini dikebut karena Agustus harus selesai. Memang jauh – jauh hari sudah kami informasikan supaya menghandle tamunya. Salah satunya juga sosialisi, mendorong pemanfaatan jalan tol,” paparnya.

Menanggapi adanya pembangunan yang bersamaan yakni proyek Underpass dan pembangunan area parkir bandara, Topan pun mengaku semua pihak sudah dan tetap saling koordinasi secara kontinyu. “Sekarang kan juga peak season. Banyak sekolah pada libur ya otomatis volume lalu lintas meningkat signifikan dan jalan kurang menampung. Jadinya ya ada macet,” tegasnya. 

(bx/afi/yes/JPR)

Source link