SUKAPURA – Euforia libur Natal dan tahun baru 2018 cukup terasa di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Minggu (24/12), jalur menuju lokasi wisata Gunung Bromo, terjadi antrean kendaraan begitu panjang. Kepadatan arus lalu lintas ini terjadi karena adanya “ledakan” pengunjung.

Kepadatan kendaraan itu mulai terasa sejak pukul 07.00 WIB. Itu dipicu banyaknya pengunjung yang berniat menghabiskan libur panjang di kawasan Gunung Bromo membawa mobil pribadi. “Tadi mulai pukul 07.00 sudah penuh kendaraannya, jadi agak macet. Namun, agak siang sekitar pukul 10.00 sudah mulai lancar,” ujar Sunarip, salah seorang warga Desa/Kecamatan Sukapura.

Hal sama diungkapkan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digjoyo Djamaludin. Menurutnya, kemacetan yang diperkirakan terjadi dari Cemoro Lawang hingga Wonotoro, itu bisa mencapai 1 jam. Padahal, jarak dari dua lokasi ini tidak terlalu jauh. “Mungkin juga ini diakibatkan para tamu yang terlanjur ke Bromo dan kehabisan hotel, sehingga mencari hotel di wilayah bawah,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemacetan. Namun, karena saking banyaknya pengunjung, masih terjadi kemacetan arus lalu lintas. “Semoga saja saat puncaknya nanti tidak macet,” ujarnya.

Sejatinya, wisatawan Gunung Bromo meningkat sejak beberapa hari lalu. Yakni, sejak dimulainya liburan sekolah. Liburan sekolah yang berdekatan dengan liburan Natal dan tahun baru, membuat pengunjung Gunung Bromo meningkat sekitar 10 persen. “Selama libur sekolah, meningkat sekitar 10 persen dibanding hari biasanya,” ujar Kepala Seksi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah Satu, Sarmin.

Samin mengatakan, jumlah pengunjung Gunung Bromo, naik sekitar 20 persen. Diperkirakan, puncaknya akan terjadi Senin (25/12). Itu seiring banyaknya wisatawan dari luar daerah yang ingin menghabiskan liburan Natal dan tahun baru. “Kalau nanti tanggal 25 bisanya peningkatannya sekitar 25 persen sampai 30 persen. Biasanya orang kota ke pegunungan untuk menghabiskan liburan Natal dan tahun barunya,” ujarnya.

Pada liburan Natal dan tahun baru kali ini, dipastikan yang akan memadati kasawan wisata Gunung Bromo hanya wisatawan nusantara (wisnu). Sebab, bulan ini wisatawan mancanegara (wisman) tidak libur. Sehingga, jumlah wisman diperkirakan sedikit. “Wisman itu kan gak libur di negaranya, jadi tidak banyak. Mereka baru libur kisaran antara Januari sampai Maret,” ujarnya.

Jumat lalu, saat liburan sekolah jumlah pengunjung Gunung Bromo, mencapai 1.500 orang. Di hari biasa, hanya mencapai 1.000 pengunjung. Dari jumlah itu, wisman-nya diperkirakan hanya 300 sampai 500 orang. “Kalau di hari biasa hanya mencapai 1.000 orang per hari yang liburan ke Bromo,” ujarnya.

Source link