Jasad Rio Mengapung 500 Meter dari Rumah Apung Bangsring – Radar Banyuwangi

WONGSOREJO – Upaya petugas gabungan mencari jasad pelajar yang tenggelam di Selat Bali akhirnya membuahkan hasil, kemarin. Jasad Mohamad Rio, 14, ditemukan 500 meter di sebelah utara Pantai Kemunduran, Bangsring sekitar pukul 15.00.

Pelajar SMPN 1 Wongsorejo yang tinggal di  Dusun Krajan II, RT 04, RW 02, Desa Bangsring, kali pertama ditemukan oleh seorang nelayan. 

Jasad Rio ditemukan mengapung dengan tubuh yang masih utuh sejauh satu kilometer dari bibir Pantai Batu Kucing, Desa Bangsring.

Nelayan yang juga paman korban bernama Misno, 50, tersebut langsung mengangkat tubuh   Rio ke pinggir.  Misno kemudian mengabarkan penemuan jasad tersebut kepada petugas kepolisian. ”Jasad ditemukan tidak jauh dari TKP. Dan yang menemukan adalah Pakde korban sendiri,” ujar Acep Supriyanto, 50, kepala dusun setempat.

Selanjutnya dokter Puskesmas Wongsorejo yang sudah standby di tempat memeriksa jasad korban. Pada jasad korban ditemukan luka lecet pada bagian tangan dan lutut akibat tergores batu karang.

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polair, dan juga anggota Polsek Wongsorejo ikut mengantarkan korban menuju rumah duka. Isak tangis orang tua korban langsung pecah saat melihat jasad anak kesayangannya ada di dalam kantong mayat.

Kapolsek Wongsorejo Iptu Kusmin mengatakan, jika jasad ditemukan 500 meter sebelah selatan rumah apung, Bangsring. Setelah tiba di rumah duka, jasad langsung dimandikan untuk selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum setempat.     ”Akhirnya pencarian tim gabungan selama tiga hari membuahkan hasil. Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih mengawasi anaknya, apa lagi jika bermain di sungai atau pun berenang di laut. Karena cuaca bulan ini tidak dapat diprediksi dan ekstrem,” ungkap Kusmin.

Diberitakan sebelumnya, dua pelajar asal Bangsring, Wongsorejo ditelan ganasnya arus bawah Selat Bali ketika bermain di Pantai Kemunduran, Desa Bangsring. Kedua pelajar tersebut tenggelam diduga karena terseret arus sehingga tenggelam di pantai, tepatnya di belakang pabrik PT Surya Adikumala Abadi (SAA). 

Awalnya, sepulang sekolah pukul 13.00 dua remaja yang bernama Muhammad Rio, 14, warga Dusun Krajan II, RT 04, RW 02, Desa Bangsring dan Febri Bin Mustaji, 16, warga Dusun Kemunduran, Desa Bangsring, pergi ke pantai.    

Mereka berdua pergi ke Pantai Kemunduran  bersama kesembilan temannya. Tak lama kemudian, Rio bersama kedua orang temannya mandi di pantai dengan mengapung menggunakan balok kayu. Setelah berada sekitar 10 meter dari bibir pantai,  Rio tiba-tiba saja terjatuh dari kayu yang ditumpanginya.

Karena arus bawah sangat deras, Rio terseret ke bawah laut. Setelah itu, kedua temannya yang masih mengapung di balok kayu berteriak minta tolong. Spontan saja Febri yang sedang berada di pinggir pantai melihat kejadian tersebut dan langsung berenang ke tengah laut untuk menolong Rio.

Bersamaan dengan itu, nelayan sekitar juga berenang untuk menolong kedua anak yang masih mengapung menggunakan kayu itu. Kedua anak tersebut selamat atas bantuan nelayan yang menolong.

Namun, takdir berkata lain. Febri yang berniat menolong Rio justru ikut terbawa arus bawah laut Selat Bali itu.

Source link