Jelang Imlek, Pedagang Dupa Semringah – Radar Solo

Jeffry, pemilik toko dupa KaGeHa di Pasar Gede mengaku menambah stok meski perayaan menyisakan 16 hari lagi. Langkah ini diambilnya bukan lantaran spekulasi. Namun agar tak terjadi kekosongan saat masyarakat membutuhkan. Sebab, dupa di tokonya tidak hanya diperuntukkan saat perayaan Imlek, namun juga keperluan lainnya.

”Penambahan stok sudah saya lakukan beberapa hari lalu. Peningkatannya hampir 15 persen dari stok hari biasa. Untuk pembelian sekarang, masih biasa saja, belum ramai. Prediksi puncak pembelian dupa di akhir Januari sampai awal Februari. Karena kami tidak hanya melayani personal, tapi juga wihara,” kata Jeffry kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (19/1).

Pembeli dupa di tokonya tak hanya Tionghoa saja. Melainkan juga masyarakat umum. Karena kebutuhan dupa tak sekadar untuk bersembahyang atau Imlek. Banyak juga orang Jawa yang membutuhkan.

(rs/gis/bay/JPR)