Jembatan di Grati Ambrol, Kondisinya Membahayakan Pengendara – Radar Bromo

Untuk mencegah adanya pengendara yang terperosok, polisi memasang police line. Sehingga, hanya separo jalan di jembatan tersebut yang bisa digunakan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, jalan di jembatan yang ambrol lebarnya sekitar 2×1 meter. Lubang itu juga memperlihatkan aliran sungai yang ada di bawahnya.

Kendati jalan di jembatan tersebut ada yang ambrol, namun aktivitas pengendara tetap berjalan normal. Bahkan, roda empat dan truk besar, tetap dibolehkan untuk melintas di sisi utara. Meski begitu, pada kondisi padat, lalu lintas di jembatan itu sempat macet.

“Apalagi jembatan itu kan jalur satu-satunya di pantura. Jadi, pas ramai seperti berangkat sekolah dan kerja, jadi agak macet,” ungkap Lulung, 35, warga sekitar yang juga berjualan di sisi selatan jembatan.

Arus lalu lintas  yang melintasi Jembatan Gratitunon ini, menurut Lulung, memang cukup tinggi. Apalagi dengan banyaknya truk angkut dan truk proyek tol, membuat intensitas kendaraan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Lulung yang sehari-hari berjualan di sekitar jembatan, mengaku kaget jalan di lokasi tersebut ambrol. “Untungnya gak ada yang celaka. Saya tahunya tiba-tiba langsung dipasang police line,” ujarnya.

Zainal Arifin, camat Grati pada Jawa Pos Radar Bromo membenarkan bahwa Jembatan Gratitunon tersebut memang ambrol Rabu siang lalu. “Sekitar pukul 12.00, jalan di jembatan ada yang ambrol. Sehingga, dari kecamatan langsung mengambil tindakan termasuk mengamankan area tersebut,” ujarnya.

Dari Kecamatan sendiri, langsung melaporkan terkait ambrolnya jembatan ke Bupati Pasuruan, Dinas Bina Marga, termasuk Satpol PP, kepolisian, dan perusahaan di sekitar jembatan. Langkah yang diambil, selain memasang police line, juga menambahkan lempeng plat besi sekitar 6 buah yang diletakkan di sisi timur jembatan.

Zainal –sapaan akrabnya – mengatakan, plat besi ini dipasang agar jembatan masih bisa dilewati kendaraan besar. Alasannya, jalan yang tidak ambrol juga ambrol. “Akhirnya, tetap bisa dilewati kendaraan besar ini, lantaran jembatan tersebut memang jalur utama warga untuk menuju jalur pantura,” terangnya.

Jembatan Gratitunon, menurut Zainal, terakhir diperbaiki sebelum tahun 2000-an. Dari pengamatannya, banyak rangka jalan yang sudah karatan dan memang harus segera ada perbaikan. “Harapannya, segera ada perbaikan untuk jembatan tersebut,” jelasnya.

Eko Bagus, kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan membenarkan bahwa ambrolnya jembatan di Gratitunon tersebut lantaran mobilitas kendaraan berat yang cukup tinggi. “Terutama mobilitas material jalan tol,” ujarnya. Namun, terkait rencana perbaikan, saat ini Bina Marga memang belum menganggarkan dana. “Rencana perbaikan ada, tapi masih belum ada dananya,” singkatnya. 

(br/fun/eka/fun/JPR)

Source link