Jual Mobil, Hilang, Pensiunan Polisi Membusuk, Ada Bercak Darah – Bali Express

Korban diketahui tinggal di Jalan Darmasaba Nomor 9X, Kecamatan Abainaemalk, Kabupaten Badung. Sempat  dikabarkan hilang oleh keluarganya sejak Jumat (15/12) siang. Saat itu dikatakan korban akan menjual mobil jazz miliknya. Namun keterangan singkat mobilnya justru ditemukan dan korban menghilang. Hingga akhirnya kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya justru ditemukan pemilik rumah, Koe Gandhi Ganesti, 53, sekitar pukul 07.00 wita saat pihaknya mendatangi TKP dengan tujuan menemui Ketut pengontrak rumah yang mengaku dari Bon Dalem, Singaraja.

Salah seorang sumber yang enggan dikorankan namanya mengatakan pada Bali Express, saat ditemukan jenazah korban dengan posisi terlentang di lantai. Kepala menghadap ke selatan, kedua tangan lurus ke selatan di samping kepala. Korban menggunakan baju kaos warna biru laut dan celana jeans biru gelap ukuran 3/4. Sementara itu di sekitar tubuh korban terdapat cairan yang sudah mengering yang diduga darah. Tubuh korban sudah dalam keadaan bengkak, serta di ruang tamu tempat korban ditemukan di temukan bercak merah diduga bercak darah.

“Saat itu, pemilik rumah ini datang dengan tujuan menemui orang yang mengontrak rumahnya itu. Untuk meminta sisa pembayarannya. Orang yang mengontrak rumah itu sudah seminggu yang lalu dan baru bayar DP Rp 1 juta. Sehingga pemilik mau minta sisanya,” ungkap salah seorang petugas. 

Keterangan pemilik rumah kepada petugas, dalam kesepakatan dengan Ketut, rumah itu dikontrak selama dua tahun dengan harga Rp45 juta. Dan telah diberi deposito sebesar Rp1 juta. Lantaran telah ditempati sepekan dan nomor handphone pengontrak itu tidak bisa dihubungi. Sehingga, pemilik rumah berniat mencarinya langsung ke rumah tempat lokasi kejadian.

Setibanya di TKP Ganesti mencurigai bau menyengat yang berasal dari dalam rumahnya. Dan kemudian pihaknya memutuskan masuk ke dalam rumah untuk mencari sumber bau tersebut. Namun, saat masuk ke dalam ruang tamu, ditemukan bercakan darah di lantai. Kemudian pihaknya menghubungi warga sekitar untuk sama – sama melakukan pemeriksaan.

Warga dan pemilik rumah kemudian mencurigai satu kamar yang masih dalam keadaan terkunci. Bahkan, bau menyengat semakin kuat keluar dari dalam kamar tersebut. Serta terdapat cairan di beberapa titik. Awalnya warga berniat membuka paksa pintu kamar, tetapi urung dilakukan karena dilarang Kepala Dusun setempat hingga pihaknya melapor ke kepolisian.

Mendapati laporan tersebut petugas langsung turun ke TKP dan memastikan yang terjadi dengan memeriksa melalui jendela. Kemudian terlihat sesosok mayat sudah terletang dan menghitam di lantai rumah itu. Selanjutnya petugas membuka paksa pintu dan menemukan korban sudah membusuk dan kehitaman.

Selanjutnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Inafis dan Reskrim Polsek Denpasar Barat. untuk melakukan identifikasi. Sekitar pukul 08.30 Wita dilakukan olah TKP. Hasilnya, korban sudah dalam keadaan membusuk dan bercak darah yang diduga berasal dari tubuh korban sendiri. Kemudian pakaian yang dikenakan korban juga identik dengab pakaian yang dipakainya terakhir kali keluar rumah. Barulah sekitar pukul 11.00 Wita jenazah langsung dievakuasi ke RSU Sanglah untuk divisum.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Gede Sumena menerangkan, anggotanya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam atas tewas korban ini. Menurutnya, korban diduga tewas sudah 5 hari yang lalu. Terkait penyebab tewasnya pensiunan polisi ini, diduga kuat dibunuh. Sehingga, anggota masih melakukan pendalaman.

“Masih digali semuanya. Kalau untuk dugaan pembunuhan, masih ditelusuri juga. Anggota masih bekerja untuk mengungkap misteri tewasnya korban ini, termasuk kejar pelaku,” ujarnya. 

(bx/afi/bay/ima/yes/JPR)

Source link