Jualan Pasar Murah, Disumbangkan ke Panti Asuhan – Radar Semarang

Staf Khusus Menteri Perdagangan, Eva Yuliana menjelaskan jika pasar murah tesebut dilakukan di seluruh Indenesia sebanyak 400 titik selama Ramadan. Hasil penjualan pasar murah langsung disumbangkan kepada pesantren atau panti asuhan yang membutuhkan uluran tangan.  “Selama Ramadan ini, ada 400 titik. Satu titiknya bervariasi. Kali ini ada 500 paket yang isinya beras, gula, sirup dan minyak goreng,” katanya.

Untuk wilayah Tugu dan Ngaliyan, lanjut dia, terkumpul uang donasi sebesar Rp 25 juta yang disumbangkan ke Panti Asuhan Darul Hadlnonah yang membutuhkan uluran tangan. Satu paket sembako, dijual dengan harga Rp 50 ribu kepada masyarakat. “Harganya kalau diuangkan sebesar Rp 120 ribu, namun kami jual Rp 50 ribu. Cara ini digunakan Pemerintah untuk menyapa rakyat,” ucapnya.

Menurut Eva, selama Ramadan harga pangan di Indonesia dan beberapa wilayah lainnya stabil. Meski begitu, tergantung stok barang serta permintaan dari masyarakat. Sejumlah cara sudah dilakukan pemerintah untuk menekan harga, salah satunya operasi pasar dan menggelar pasar murah. “Kalau permintaan tinggi dan stoknya tidak mencukupi, pasti harga naik. Meski begitu, pada dasarnya harga pangan masih stabil,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC NU Muslimat Semarang, Muslimatin Jatmiko menerangkan bahwa pasar murah tersebut bisa meringankan beban masyarakat terutama yang ekonominya lemah. “Masyarakat terbantu dan panti asuhan terbantu,” ucapnya.

Ia menerangkan acara tersebut khusus wilayah Semarang dilaksanakan serentak di 4 titik yakni di wilayah Kebonharjo, Bandarharjo, Gunungpati dan NgaliyanTugu. Sistemnya un sama, hasil penjualan sembako disumbangkan ke panti asuhan dan pondok pesantren yang membutuhkan

(sm/den/zal/JPR)