Jumlah Minimarket di Kota Semarang Tak Jelas – Radar Semarang

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pengelolaan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, menjelaskan, jam operasional toko modern sudah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penataan Toko Modern. (lihat grafis)

“Di perda ada jam layanan, memang tidak spesifik mengatur sampai 24 jam. Jam operasionalnya hanya sampai pukul 23.00 saja. Dan tidak ada larangan jika ada yang buka 24 jam,” kata Ulfi.

Menurutnya, perkembangan perekonomian membuat pengelola mengembangkan pelayanan menjadi lebih panjang. Namun hal tersebut harusnya diikuti dengan pengamanan yang memadai.

“Prinsipnya, kalau mengembangkan waktu pelayanan (lebih panjang) harus diikuti pengamanan yang memadai. Misalnya, menambah petugas keamanan, satpam, dan sebagainya,” ujarnya.

Menyikapi fenomena banyaknya tempat usaha yang buka 24 jam dan sejumlah kasus kejahatan yang sering terjadi, pihaknya berencana mengkaji kembali Perda toko modern. Utamanya untuk mengatur standardisasi pengamanan tempat usaha yang buka 24 jam.

“Nanti akan kita kaji, karena kebutuhan layanan ini merupakan kebutuhan masyarakat juga. Nanti akan diatur sisi pengamanannya bagaimana. Misalnya, harus ada satpam atau sistem keamanan lain yang akan dimasukkan dalam prasyarat (perizinan) toko buka 24 jam,” katanya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim, mengakui, saat ini masih banyak minimarket yang izinnya belum lengkap. Bahkan banyak minimarket tidak berizin. Ditambah lagi, beberapa kali terjadi perampokan di minimarket yang beroperasi 24 jam. “Karena itu, Pemkot Semarang harus melakukan evaluasi, mengkaji ulang mengenai operasional minimarket 24 jam,” tandasnya.

Dia meminta, Pemkot Semarang segera memperjelas data minimarket di Kota Semarang. Berapa jumlah total minimarket, berapa yang sudah berizin, termasuk berapa minimarket yang tidak berizin. Apabila memang minimarket diperbolehkan beroperasi 24 jam, maka titik-titiknya di mana saja harus jelas. Kemudian harus menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk operasional 24 jam.

“Misalnya aturan keamanannya seperti apa? Harus diatur. Karena kalau tidak diatur, akan banyak minimarket buka 24 jam tanpa memperhatikan aspek keamanan. Bisa dilihat, sekarang ini bahkan sama sekali tidak ada petugas keamanan di minimarket. Paling-paling yang jaga hanya dua orang,” katanya.

Menurut dia, masalah minimarket ini harus menjadi perhatian dan perlu dipikirkan. Tidak hanya pemerintah kota, tapi juga bagi pihak kepolisian. Tetapi prinsip pertama yang harus dibenahi adalah terkait perizinannya.

“Sebenarnnya aturan operasional toko modern itu kan hanya sampai pukul 22.00. Bahkan saya lihat sampai sekarang belum ada aturan yang mengatur titik-titik mana saja yang diperbolehkan beroperasi 24 jam. Perda toko modern juga belum mengatur secara rinci mengenai operasional 24 jam ini,” ujarnya.

Mualim juga mendorong agar Perda Toko Modern yang saat ini berlaku juga perlu dilakukan evaluasi dan perubahan. Sesuai aturan Perda Toko Modern, operasional hingga pukul 22.00. “Perda juga baru mengatur zona, yakni minimarket tidak boleh berdiri dalam radius 500 meter dari pasar tradisional. Sedangkan untuk operasional 24 jam itu belum diatur. Kalau belajar dari kejadian yang terjadi belakangan ini, maka saya juga mendorong agar Perda Toko Modern dievaluasi lagi,” katanya.

Saat ini, lanjut Mualim, Pemkot Semarang dinilai tidak tegas. Faktanya, tidak ada sanksi tegas bagi minimarket yang tidak berizin. “Nah, itu harus jelas. Karena kalau tidak, pertumbuhan minimarket ini tidak terkontrol. Sedangkan yang tidak berizin saja sampai saat ini tidak ada sanksinya. Saya sudah berkali-kali menyampaikan, cabut dulu, moratorium, jangan dikeluarkan izin dulu. Evaluasi, benahi dulu biar tertib,” tegasnya.

Diperkirakan saat ini terdapat 529 minimarket di Kota Semarang. Jumlah itu telah melebihi pembatasan kuota yang diatur di Perda yang hanya memperbolehkan sebanyak 500 minimarket di Kota Semarang. Tetapi yang berizin hanya 230 minimarket.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, menegaskan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi mengenai regulasi operasional minimarket 24 jam. “Seyogyanya ditambahi satu atau dua tenaga keamanan. Jangan karyawan saja, kasihan. Semua minimarket yang beroperasi 24 jam harus memperketat sistem pengamanan. Selain itu, harus ditambahi CCTV sesuai luas lahan. Ya, nanti akan kami lakukan evaluasi, terkait operasional minimarket 24 jam,” janjinya. 

(sm/zal/amu/bas/JPR)