Jumlah Penderita Jadi 23 Orang – Radar Kediri

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Nganjuk Syaifulloh mengatakan, tambahan 3 pasien positif DB terjadi dalam waktu tiga hari terakhir. Saat ini, mereka sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. “Tidak ada lagi yang dirawat,” kata Syaifulloh.

Dengan tambahan tiga orang itu, kata Syaifulloh, jumlah penderita DB selama Januari ini sebanyak 23 orang. Dua orang di antaranya meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Untuk mencegah meluasnya wabah DB, Syaifulloh mengatakan, dinkes berencana melakukan fogging minggu ini. Daerah-daerah itu, berdasar survei sebelumnya merupakan tempat asal penderita DB.

Hari ini fogging akan dilakukan di Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Nganjuk. Kemudian, dilanjutkan Kamis besok (25/1) di Kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Nganjuk dan Desa Pacekulon, Kecamatan Pace. Terakhir, Jumat (26/1) nanti di Desa Getas, Kecamatan Tanjunganom dan Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk.

Syaifulloh mengatakan, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Sementara jentik nyamuk tetap ada bila lingkungan tidak dibersihkan. Karena itu, dia tetap meminta masyarakat menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “PSN lebih efektif karena memberantas sarang nyamuknya,” terangnya.

Selama musim hujan seperti ini, Syaifulloh mengatakan, wabah DB memang harus diwaspadai. Pasalnya, populasi nyamuk semakin meningkat seiring dengan curah hujan yang tinggi. Karena itulah, satu-satunya cara agar nyamuk tidak bertelur adalah dengan menerapkan 3 M (menguras, menutup dan mengubur). “Kami selalu mengingatkan warga supaya terus mengawasi tempat-tempat penampungan air,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Source link