Keades Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Ali Nur Fatoni, mengumpulkan para kepala dusun di ruang kerjanya, kemarin (25/1). “Saya berharap semua penerima rastra sesuai dengan usulan yang pernah diberikan,” katanya.

Jika penyaluran rastra itu mengacu data gakin di BPS, dia  berharap BPS selalu melakukan pemutakhiran berkala. Sehingga, para penerima rastra ini menggunakan data terbaru.  Karena kehidupan warga yang ada di desanya itu selalu ada perubahan, baik yang meninggal ataupun sebelumnya tergolong pra sejahtera kini telah sejahtera. “Ada yang jatuh bangkrut hingga jadi miskin, jadi BPS mestinya update data terus,” ujarnya.

Jika ini dilakukan oleh BPS, masih kata dia, kemungkinan ada data meleset sangat kecil. Terlebih jika pendataan itu melibatkan pengurus RT atau RW setempat. “Yang tahu kondisi di lapangan itu kan kita, jadi tidak akan salah sasaran,” cetusnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kades Sraten, Kecamatan Cluring, H. Arif Rahman Mulyadi. Untuk pendataan penerima rastra, semestinya desa dilibatkan. Sehingga, penyaluran bisa tepat dan benar. Selama ini, banyak warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan beras, namun tidak terdaftar karena bukan kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program keluarga harapan (PKH). Sejauh ini, penerima rastra adalah para KPM. “Yang dapat rastra itu ya KPM,” cetusnya. (*)

(bw/sli/rbs/JPR)

Source link