Kakak Adik Konsumsi Narkoba – Radar Solo

WONOGIRI – Dua mahasiswa kakak adik dibekuk polisi karena mengonsumsi tembakau gorila. Keduanya membeli barang tersebut melalui online. 

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede mengatakan, dua tersangka yang ditangkap yakni KD, 20, dan RY, 22. Keduanya merupakan mahasiswa universitas swasta di Sukoharjo. Tinggal di  Lingkungan Kaloran, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri.

Penangkapan kedua orang ini berawal dari informasi warga. Kemudian polisi terjun untuk menyelidiki ke lapangan. Kamis (11/1) sekitar pukul 23.15, polisi mengamankan KD. Disusul kemudian polisi menangkap adiknya, RY, 22 di rumah neneknya di Dusun Sidorejo, Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Klaten Jumat (12/1) pukul 02.00.  

Menurut Pardede, tembakau gorila tersebut diperoleh tersangka dengan cara membeli secara online seharga Rp 600 ribu. “Mereka biasa menggunakan barang haram tersebut di kos-kosan wilayah Sukoharjo,” ujarnya, Senin (15/1).

Barang bukti yang diamankan yakni satu tas ransel warna hitam, satu paket tembakau gorila di dalam plastik klip warna putih dengan berat 4,39 gram. Lalu satu paket tembakau gorila di dalam plastik klip warna putih dengan berat 1,07 gram, dan satu linting 0,27 gram. “Kami juga mengamankan kartu ATM dan hand phone milik tersangka,” imbuhnya. 

Menurut Pardede, tembakau gorila ini bisa membuat penghisapnya seperti tertimpa gorila. Barang haram ini mengandung zat 5-Fluoro-AMB dan FUB-AMB, sehingga menurut UU RI No 35 Tahun 2009 jo Permenkes No 41 Tahun 2017 kandungan itulah yang membuat tembakau gorila masuk dalam golongan I angka 118 dan 88.

Narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi yang mengakibatkan ketergantungan.

(rs/kwl/bay/JPR)