Kampung Nelayan Grajagan Tergenang – Radar Banyuwangi

PURWOHARJO-Perkampungan nelayan di Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, sudah beberapa hari ini tergenang. Air akibat hujan yang turun dengan deras itu, menggenang cukup tinggi, kemarin (19/1).

Daerah perkampungan nelayan yang tergenang itu, sebenarnya sudah menjadi masalah sejak lama. Tapi, hingga kini belum bisa diselesaikan. “Airnya tidak bisa mengalir, banyak sampah,” ujar Nur Haryani, 39, warga Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan.

Menurut Haryani, air yang menggenang di sekitar rumahnya tingginya mencapi 20 centimeter hingga 30 centimeter. Dan itu, tidak sampai masuk ke rumahnya. “Kalau hujan terus-terusan turun dengan deras, bisa masuk ke rumah,” katanya.

Banjir yang sering terjadi di kampungnya itu, jelas dia, karena sampah banyak yang menyumbat saluran air. DI daerahnya, memang tidak ada pembuangan sampah. “Sampah itu hamper semua berupa sampah rumah tangga,” terangnya.

Warga lainnya, Suroto, 52, menambahkan genangan air di kampong nelayan itu selalu terjadi setiap turun hujan deras. “Dulu pernah sampai banjir dengan ketinggian air sampai dua meter lebih, rumah-rumah warga tergenang,” katanya.

Menurut Suroto, saluran air di perkampungan itu sangat kecil. Dengan lebar hanya sekitar satu meter, itu tidak bisa menampung debit air yang sangat tinggi. “Saluran irigasi kecil, jika ada sampah tersangkut,” jelasnya.

Untuk mengurangi banjir, Soroto berharap saluran irigasi bisa diperlebar dan dibuatkan tempat sampah bagi warga yang tinggal di pinggir pantai. Bukan hanya itu, kesadaran warga sekitar juga perlu ditingkatkan, terutama dalam keperdulian sampah. “Warga juga jangan membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Purwoharjo, Ahmad Laini, saat dikonfirmasi mengatakan sudah mencoba banyak hal terkait persoalan sampah. Tetapi kesadaran masyarakatlah yang seharusnya ditingkatkan. “Masyarakat harus ikut menjaga kebersihan,” katanya.(rio/abi)

(bw/rio/ics/JPR)

Source link