Kapal Damkar Layani Wisata Bahari – Radar Kudus

Nantinya, kapal itu selain untuk memadamkan kebakaran, juga akan difungsikan untuk wisata bahari. Bila tak demikian, praktis kapal diperkirakan banyak menganggur, karena hanya menunggu dioperasikan saat ada kapal terbakar.

Bupati Pati Haryanto menuturkan, kebakaran kapal di Juwana kerap terjadi. Namun masih kesulitan memadamkannya terutama ketika lokasi kebakaran itu ada di medan yang sulit dijangkau. Seperti kebakaran belasan kapal di dekat Pulau Seprapat beberapa waktu lalu, sulit dipadamkan karena medan yang tak bisa dijangkau mobil damkar.

Salah satu untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko dengan kebakaran kapal di Sungai Silugonggo, yakni dengan adanya kapal damkar. Maka dari itu akhir tahun ini pihaknya menganggarkan pembelian kapal damkar.

Haryanto berencana untuk memanfaatkan kapal sebagai untuk wisata bahari. Perawatan kapal akan lebih baik bila kerap dimanfaatkan.

“Kebakaran kan tidak sering terjadi. Supaya kapal damkar itu tidak rusak, rencananya nanti akan dimanfaatkan untuk fasilitas pariwisata, mungkin saja ada masyarakat yang ingin berwisata bahari mulai dari Pulau Seprapat hingga sampai ke muara. Paling tidak hasilnya bisa untuk biaya perawatan kapal,” ungkapnya.

Dia menerangkan, masyarakat tidak hanya berwisata bahari, juga mendapatkan edukasi mempersiapkan diri ketika ada bencana kebakaran. Untuk itu, Haryanto akan membuat regulasi penggunaan kapal damkar dan sebagai kapal wisata. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait seperti Sat Polairud, Satpol PP, BPBD, serta Dinas Kelautan dan Perikanan. 

(ks/put/him/top/JPR)