Karangbayat Berlakukan Jam Malam – Radar Jember

Tidak hanya pos jaga atau ronda saja, tetapi jalan desa yang menuju wilayah Desa Karangbayat, Sumberbaru dipasang portal dari besi. Sehingga, setiap malam mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.30 WIB, warga tidak boleh pulang dan tetap menjaga portal yang sudah dipasang. 

Diberlakukannya jam malam ini karena telah terjadi kemalingan hewan ternak berupa sapi beberapa kali. Dengan diberlakukan jam malam yakni dengan ronda, sudah tidak ada lagi warga yang kemalingan seperti kejadian pada hari sebelumnya. Penjaga portal ini ada dari perangkat desa, anggota BPD, ketua RT, RW, dan warga yang setiap malamnya sudah ada jadwal piketnya.

Perangkat desa bersama anggota BPD yang dalam satu bulan kebagian tugas 10 kali jaga di portal, otomatis juga ikut jaga hingga pagi hari. Kalau pak RT dan RW dalam sebulan hanya kebagian satu kali saja karena juga ditambah warga yang ikut jaga, ujar Hadi, perangkat desa saat ditemui di pos jaga.  

Jika ada pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun mobil, yang hendak masuk ke wilayah Desa Karangbayat, diperiksa lalu ditanya KTP. Kalau misalnya bukan warga Karangbayat, maka petugas jaga portal menahan SIM atau KTP milik orang tersebut. Apabila tidak membawa KTP atau kartu identitas lainnya, maka petugas jaga langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian yakni polsek setempat (Sumberbaru). 

Moch. Amin, Kades Karangbayat mengatakan, sebelum diberlakukan jam malam, warga kehilangan sapi sudah dua kali. Apalagi, saat ini pencurian hewan luar biasa dan menjelang hari raya ini sangat rawan sekali. Untuk mengantisipasi ini semua, pihaknya mempunyai inisiatif bersama BPBD, RT, dan RW untuk diberlakukan jam malam. “Sebelumnya memang ada koordinasi dengan pihak polsek setempat untuk dipasang portal dan ternyata disepakati,” ujar Amin.

Sehingga, setiap malam ada warga yang berjaga di portal tersebut, tepatnya masuk wilayah Karangbayat. Jalan aspal yang dipasang portal ini satu satunya jalan yang menuju Desa Karangbayat.

Warga mulai tegas setiap ada tamu yang tidak dikenal untuk meninggalkan KTP dan identitas lainnya serta diminta untuk mengisi buku tamu. Demikian juga warga Karangbayat sendiri yang tidak pernah membawa KTP saat bepergian, akhirnya dengan sistem baru ini mereka selalu membawa KTP.

Warga yang membawa mobil ketika pulang malam hari juga dicek, dalam mobil itu ada siapa saja. Jadi, warga yang berjaga di portal ini mengecek meskipun mereka sudah saling kenal. Kalau ada tamu membawa mobil dan menginap di rumah saudaranya, petugas jaga meminta KTP dan SIM untuk ditahan, baru pagi harinya saat akan pulang dikembalikan kepada pemiliknya. 

Kapolsek Sumberbaru AKP Subagiyo mengapreasiasi inisiatif Pemerintah Desa Karangbayat yang memberlakukan jam alam di desanya. Bahkan petugas jaga tegas apabila ada warganya yang melintas malam hari dan tidak membawa KTP. Sehingga warga yang biasanya enggan membawa KTP ketika bepergian, maka dengan ini warga sudah mulai tertib akan pentingnya membawa KTP.

”Kalau misalnya ada orang yang bukan warga Karangbayat bertamu malam hari, tetap diminta identitasnya. Kalau misalnya tidak membawa KTP, maka petugas jaga portal langsung berkoordinasi dengan petugas polsek yang malam itu sedang piket,” pungkas mantan Kapolsek Semboro ini. 

(jr/jum/rul/das/JPR)

Source link