Karyawan Alfamart Gasak Uang Perusahaan untuk Judi – Bali Express

“Pelaku sengaja mengambil uang hasil penjualan di dalam brankas dan dimasukkan kedalam tas pribadinya. Selanjutnya transfer ke rekening miliknya melalui ATM setor tunai. Uang itu dipakai taruhan judi online. Sering judi tapi kalah terus,” terang Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan Senin (4/12).

Kejadian bermula Senin (13/11) sekitar pukul 17.45 wita, setelah pergantian shift malam kunci brankas tidak diserahkan kepada petugas jaga selanjutnya. “Alasan pelaku besok pagi melaksanakan shift pagi. Namun keesokan harinya pelaku juga tidak datang bekerja,” terangnya.

Kemudian salah satu karyawan Alfamart mencari ke mess tempat tinggal tersangka di Banjar Pengubengan Kangin, Kelurahan Kerobokan Kelod. Untuk minta kunci brankas. Setelah mendapatkan kunci tersebut karyawan kembali ke Alfamart dan membuka brankas. Tetapi uang Rp 15 juta hasil penjualan aebelumnya sudah raib. Karyawan tersebut kemudian kembali ke mess namun tersangka sudah kabur lebih dulu. Hingga akhirnya dilaporkan kepada Kepolisian Sektor Kuta Utara.

Kemudian pada Selasa (14/11) sekitar pukul 09.00 wita tersangka melintas di Jalan Teuku Umar Barat dengan mengendarai sepeda motor Beat warna putih. Dan kemudian berhasil diamankan petuigas tanpa perlawanan. “Setelah dilakukan introgasi singkat bahwa uang yang diambil dalam brankas Alfamart ditempat pelaku bekerja dilakukan  dua kali dalam semalam. Pukul 01.30 wita mengambil Rp7 juta dan pukul 03.30 wita pelaku mengambil Rp8 juta. Sehingga total mencapai Rp15 juta,” terangnya.

Uang yang diambil tersebut malam itu juga semuanya di transfer kerekeningnya melalui ATM tunai BCA di Jalan Gunung Soputan. “Selanjutnya ditranfer lagi ke pemilik akun game online untuk taruhan game online. Uang tersebut habis terpakai untuk game online salah satu tempat game online di Gunung Soputan,” terangnya.

Beberapa barang bukti diantaranya Kartu ATM BCA beserta buku tabungan, 3 lembar bukti transfer, 15 lembar rekap barang terjual dan beberapa bukti lainnya.”Tersangka kami sangkakan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman 4 tahun penjara,” imbuhnya. 

(bx/afi/ima/yes/JPR)

Source link