Kasus Investasi Bodong Rp 111 Miliar – Radar Solo

SOLO – Aset Haryanto alias Yusak, tersangka kasus penipuan dan penggelapan berkedok investasi emas bodong disita Polresta Surakarta, Sabtu (13/1). Selain tiga rumah, ada tanah dan gudang milik tersangka di sejumlah lokasi.

Aset yang disegel polisi antara lain tiga unit rumah di Perum Griya Kencana, Kecamatan Colomadu, Karanganyar. Kemudian rumah tipe 45 di Perum Grand Residence 3 Singopuran, Kecamatan Kartasura, dan rumah tipe 45 di Perum Alexsandria Sukoharjo.

Sementara itu, gudang yang turut disita berada di Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. “Usai disita, kami langsung memasang garis polisi di tiga rumah dan gudang milik Yusak. Pemasangan garis polisi diperlukan agar aset itu tidak sampai berpindah tangan,” kata Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi.

Total semua aset yang disita memiliki nilai mencapai Rp 10 miliar. Sementara dari tangan Yusak petugas hanya menyita uang tunai senilai Rp 90 juta yang disimpan di Bank BRI. Warga Kampung Sewu RT 02 RW 06, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres ini diduga memanfaatkan uang hasil kejahatan untuk membeli aset tidak bergerak.

Seperti yang diketahui Yusak berhasil diciduk polisi di kawasan Prambanan pertengahan Desember 2017. Pria ini dikenal licin karena sering berpindah-pindah tempat dan tidak memiliki rumah untuk menetap. Pelaku sendiri menjadi buron Polresta Surakarta sejak 2015. Dia dilaporkan karena telah melakukan penipuan berkedok investasi emas dengan nilai kerugian korban menyentuh angka Rp 111 Miliar. 

(rs/atn/bay/JPR)