Kasus Korupsi di Sukoharjo – Radar Solo

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sukoharjo Zaenurofiq mengatakan, Yetty kali pertama diperiksa sebagai tersangka. Pemeriksaan dilakukan dari pagi sampai pukul 11.30. ”Sebelumnya pernah kita periksa tapi hanya sebagai saksi,” terangnya di kantor Kejari Sukoharjo.

Dia mengatakan, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Februari lalu. Saat ini tersangka sudah ditahan dan dititipkan di Rutan kelas 1A Surakarta selama 20 hari. Tersangka Yetty Rosilawati diduga menggunakan uang nasabah Bank Pasar dari pelunasan pembayaran kredit.

Uang pelunasan tersebut tidak dimasukkan dalam sistem bank dan malah digunakan untuk kepentingan pribadai. Pemakaian uang nasabah tersebut sudah dilakukan pada 2006-2008. Diketahui pada 2014 lalu Yetty sudah dipecat.

Pengacara tersangka Sutarmin mengatakan, langkah pertamanya terkait kasus ini adalah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Sebab, Yetty masih memiliki tanggungan anak. Selain itu, dirinya juga akan mempelajari lebih lengkap dulu terkait berkas perkara yang dialami kliennya.

Dia mengatakan, hitungan kerugian dari kasus ini sebenarnya Rp 121 juta. Pihaknya mengatakan, kliennyanya akan melakukan upaya pengembalian. Sementara, untuk hitungan kerugian negara Rp 486 juta tersebut dihitung dari bunga dan denda angsuran dari 12 nasabah. ”Nanti kita ajukan permohonan penangguhan penahanan menjadi tahanan kota,” terang Sutarmin.

(rs/yan/bay/JPR)