kasus korupsi jembatan brawijaya – Radar Kediri

KEDIRI KOTA – Meski sedang tidak fit, Wijanto urung dibantarkan. Pasalnya dokter spesialis jantung di Rumah Sakit (RS) Baptis Kediri diketahui sedang ke luar kota. Sehingga pria yang tersangkut kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya tersebut harus menjalani rawat jalan.

“Kemarin akhirnya diberi obat seperti biasa belum sampai rawat inap,” terang Budi Nugroho, penasihat hukum (PH) Wijanto kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurut Budi, kondisi Wijanto sudah drop sejak Senin (22/1) lalu. Tepatnya setelah menjalani sidang ketiga dugaan korupsi Jembatan Brawijaya di PN Tipikor Surabaya. Agendanya pemeriksaan saksi-saksi sehingga waktu yang diperlukan cukup lama. “Mulainya dari jam dua siang sampai tujuh malam,” tambah PH asal Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut.

Karena agenda sidang yang cukup panjang, Wijanto mengeluhkan sakit usai sidang. Meski demikian pria berkaca mata tersebut baru dibawa ke RS Baptis pada hari Selasa siang.

Sayang ketika sampai di rumah sakit, dokter yang biasa menangani Wijanto sedang ke luar kota. Karena itu, izin pembantaran tidak dikeluarkan mengingat belum ada rekomendasi dari dokter.

“Jadinya diberikan obat biasa yang sering dikonsumsi Pak Wijanto,” katanya.

Kini Wijanto diketahui masih harus beristirahat di klinik milik Lapas kelas II A Kota Kediri. Rencananya Wijanto akan kembali dibawa ke RS Baptis jika dokter spesialis jantung sudah pulang kembali ke Kota Kediri.

Budi tidak berani menyimpulkan apakah Wijanto bisa mengikuti sidang selanjutnya atau tidak. Pasalnya dirinya juga masih akan memantau perkembangannya. Jika memang pria yang juga PNS di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) tidak sehat, sidang terhadap Wijanto harus ditunda.

“Silahkan untuk terdakwa lain lanjut tidak ada masalah, hanya saja khusus untuk klien saya pastinya harus tunda jika sedang tidak sehat,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

Source link