kebingungan warga dan karyawan sinar fresh kebakaran – Radar Banyuwangi

 Warga Rogojampi dihebohkan dengan insiden terbakarnya swalayan Sinar Fresh, Senin lalu (22/1). Beruntung si jago merah tak sampai melalap ruang tempat penyimpanan tabung gas elpiji. Kebakaran tersebut cepat tertangani setelah relawan menyiarkan melalui Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

JALAN PINTAS: Petugas kebakaran melewati lubang tembok yang dijebol untuk jalan selang air.
(RENDRA KURNIA/RABA)

DEDY JUMHARDIYANTO, Rogojampi

Hari masih gelap. Sinar mentari pagi masih belum bersinar. Jarum jam menunjukkan pukul 05.00. Arus lalu lintas di jalan raya Rogojampi mulai sibuk. Lalu lalang kendaraan pun mulai memadati ruas jalan raya protokol Rogojampi.

                Dari kejauhan terlihat jelas asap hitam mengepul dan membumbung tinggi ke udara. Semakin mendekat, terlihat jelas jika asap tersebut ditimbulkan dari kebakaran hebat. Benar saja, lalu lalang kendaraan yang mulai padat itu menumpuk di tengah jalan raya.

                Mereka adalah warga dan pengendara yang ingin menyaksikan langsung peristiwa kebakaran dari dekat. Kebakaran melanda toko dan swalayan Sinar Fresh Rogojampi. Puluhan masyarakat berkumpul di depan toko. Dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) juga telah berada di lokasi dan para petugasnya melakukan upaya pemadaman api.

                Di antara kerumunan masyarakat itu terdapat salah seorang warga berpakaian sipil. Pakaiannya tampak seperti sedang melaksanakan olahraga pagi lengkap dengan sepatu kets. Lelaki itu adalah Sando, salah seorang warga Dusun Sidomulyo, Desa Gitik.

                Sando menjadi salah seorang warga yang ikut membantu menyebarluaskan informasi adanya peristiwa kebakaran tersebut. Melalui handy talkie (HT), pria berusia 42 tahun itu menginformasikan peristiwa kebakaran tersebut melalui frekuensi 14353 yang tergabung dalam RAPI.  ”Karena saya mempunyai HT, jadi langsung saya informasikan melalui rekan-rekan komunitas RAPI,” ujar lelaki yang juga koordinator Satuan Tugas Komunikasi RAPI Banyuwangi itu.

                Tak berselang lama setelah dia menginformasikan tersebut, sejumlah rekan-rekan komunitas lainnya langsung ikut bergabung. Di antara anggota yang ada dalam frekuensi tersebut adalah relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Forum Relawan Bencana Banyuwangi (FRBB).

                Begitu datang, para relawan langsung bergabung membantu aparat kepolisian dan petugas Damkar dalam menjinakkan api. ”Relawan yang sudah terlatih langsung ikut bergabung dengan aparat. Kami yang tidak mempunyai keahlian hanya ikut membantu agar warga tidak mendekat,” jelasnya.

                Kerumunan warga yang memadati ruas jalan raya Rogojampi pagi itu hanya bisa melihat peristiwa kebakaran tersebut. Mereka juga mengabadikan musibah itu melalui kamera handphone dan smartphone.

                Di antara kerumunan masyarakat dan sibuknya petugas Damkar memadamkan api, ada salah satu karyawan yang juga tak kalah sibuknya. Dia adalah Misri, salah seorang satpam swalayan Sinar Fresh.

Lelaki berusia 60 tahun asal Dusun Suko RT 02, RW 01, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh tersebut ikut membantu petugas memadamkan api.

                Menurut Misri, seluruh isi ruangan swalayan ludes dilalap api. Beruntung, si jago merah tidak sampai menyambar ruangan yang berada di sisi depan sebelah utara. Ruangan kecil itu adalah tempat penyimpanan tabung gas elpiji. Ruangan itu juga tempat komputer pembelian yang menyimpan data-data pembelian. ”Barang yang baru datang belum dipindah ke gudang masih di ruangan itu, termasuk tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram,” ujarnya.

                Jika ruangan itu ikut dilalap si jago merah, dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Pasalnya, ruangan yang menyimpan tabung gas elpiji tersebut bisa jadi mengeluarkan ledakan hebat yang dimungkinkan merusak sarana dan fasilitas di dekatnya.

                Salah satunya fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA dan di atasnya terdapat kabel saluran udara tegangan menengah (SUTM) milik PLN. Hanya saja, jelas lelaki yang sudah 16 tahun bekerja sebagai satpam di swalayan itu, seluruh ijazah asli milik karyawan ikut hangus terbakar. Berkas ijazah itu disimpan dalam brankas yang diletakkan di swalayan tersebut. ”Semua ijazah ludes terbakar di dalam swalayan,” terangnya.

                Setelah api berhasil dipadamkan, ada dua mesin genset yang masih bisa diselamatkan. Anehnya, dua genset itu juga masih utuh dan tidak terkena sergapan ganasnya api. Padahal, dua genset itu berada di ruang belakang swalayan sebelah utara. ”Seluruh isi dalam swalayan, mulai dari makanan, minuman, baju, berbagai jenis kebutuhan balita mulai dari baju, popok bayi, susu, dan aneka permainan anak-anak semua hangus terbakar tak tersisa,” imbuhnya.

                Setiap harinya, swalayan Sinar Fresh buka mulai pukul 08.00 dan tutup pada pukul 21.00. Swalayan itu juga dijaga oleh satpam setiap hari. Saat kejadian, swalayan dalam kondisi tertutup, rapat. Tidak satu orang pun yang menginap di dalam swalayan. Peristiwa kebakaran itu juga terjadi saat pagi hari usai salat Subuh. ”Sementara karyawan libur. Tapi satpam masih masuk berjaga seperti biasa. Untuk kepastian penyebab kebakaran masih menunggu Tim Labfor Polda Jatim. Pasca-kebakaran, kami juga menjaga agar tidak ada warga yang melintasi garis polisi,” kata Misri.

(bw/ddy/aif/JPR)

Source link