Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan membenarkan lembaganya telah menganggarkan Rp 3.388.800.000 untuk program pemeliharaan dan pembayaran langganan listrik. Besaran angka itu sudah sesuai dengan perhitungan dan kebutuhan selama setahun.

”Ya benar, anggaran untuk program pemeliharaan dan pembayaran langganan listrik mencapai Rp 3,3 miliar,” ucap Pandit Senin (25/12).

Menurut dia, anggaran Rp 3,3 miliar itu diperuntukan pemeliharaan instalasi listrik di beberapa titik. Di antaranya, penerangan jalan umum (PJU) di akses jalan raya Suramadu, lokasi SPAM, dan rest area. Kemudian, kantor BPWS dan kantor Structural Health Monitoring System (SHMS) di sisi Madura.

Artinya, jelas Pandit, jika terjadi kerusakan kabel, lampu maupun instalasi listrik lainnya di titik itu akan langsung diperbaiki. Dengan demikian, tidak terjadi kerusakan berkepanjangan. Masyarakat juga bisa menikmati fasilitas umum tersebut.

Pandit berharap, masyarakat segera melapor jika terjadi kerusakan instalasi linstrik di titik tersebut. Selain itu, anggaran miliaran tersebut juga untuk pembayaran tagihan listrik selama satu tahun.

”Anggaran tersebut sudah sesuai kebutuhan. Kalau tidak sesuai, pasti ditolak DPR RI waktu pengajuan anggaran,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir tidak mempermasalahkan anggaran miliaran untuk pemeliharaan dan pembayaran tagihan listrik jika sesuai dengan kebutuhan. Namun, jika terjadi kerusakan bisa langsung dilakukan perbaikan.

Contohnya, lanjut Musawwir, jika PJU di akses Suramadu rusak ataupun kabelnya rusak, BPWS harus segera memperbaiki. Jadi masyarakat tidak dirugikan. ”Anggaran kan sudah ada. Jika terjadi kerusakan, langsung diperbaiki dan jangan ditunda-tunda,” pintanya.

(mr/bam/onk/han/bas/JPR)