Kembali ke 1940-an dengan Busana ala The Great Gatsby – Radar Surabaya

Antania Febriana, salah satu dewan juri dalam acara tersebut menjelaskan, busana para model kali ini mengangkat tema The Great Gatsby yang terinspirasi dari keunikan dan kanggunan busana puteri-puteri Eropa di awal tahun 1940-an. 

“Ajang ini kan selain untuk mencari talent model muslim, kami juga ingin menjadi ispirasi untuk menampilkan busana muslimah yang fashionable, untuk itulah setiap tahun kami berusaha menghadirkan tema busana yang unik-unik ,” ujarnya saat ditemui seusai acara. 

Dengan kreativitas masing-masing, peserta mengenakan busana muslim yang menggunakan detail khas tahun 1940-an, seperti busana-busana dengan warna-warna mencolok, headpiece dengan bulu-bulu, fascinator, sarung tangan dan juga busana yang berbentuk duyung. 

Para model ini dinilai dari cara mereka membawakan busana dan penampilan keseluruhan di atas panggung. Tak hanya itu, mereka juga dites wawasannya tentang perempuan dan keislaman dengan menjawab beberapa pertannyaan yang diberikan oleh juri. 

“Jadi tak hanya cantik dan berbakat, mereka juga harus memiliki wawasan luas. Karena kedepannya pemenang ini akan menjadi ambasador kita selama satu tahun,” imbuh Astrid Kirana, pemenang Hijabers Model Search 2017. 

Namun, terlebih dari itu, attitude (sikap, Red) para finalislah yang menjadikan model tersebut layak menjadi pemenang. Penilaian dari sisi attitude ini dipertimbangkan pada saat para finalis menjalani proses karantina selama enam kali. Dalam proses karantina ini, para finalis diajarkan berbagai hal mulai dari public speaking, modelling itu sendiri, dan juga kepribadian.

“Mereka harus mampu menunjukan karakter muslimah yang sesugguhnya, jadi selama karantina kita nilai perilaku mereka, ini yang menjadi poin utama,” pungkasnya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)