Kenaikan Tarif PDAM Instruksi Mendagri – Radar Bojonegoro

Rahmat mengatakan, kenaikan tarif tersebut amanat dan perintah Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 tentang tarif PDAM. Yakni, di dalam aturan tersebut, seluruh PDAM di Indonesia menyesuaikan tarif sesuai yang ditetapkan Kemendagri.

Tujuannya, agar terjadi full cost recovery sesuai analisis tim Kemendagri. Karena amanat tersebut, pemkab dan PDAM harus memenuhi perintah. “Jadi pemkab dan PDAM Bojonegoro harus mengikuti perintah tersebut,” imbuh dia. 

Disinggung terkait masih maraknya gangguan dalam layanan air, Pembina BUMD itu menjelaskan, pemkab sudah menekan pihak PDAM agar memperbaiki layanannya, respons cepat jika ada keluhan dan perbaikan infrastruktur terutama pada aset berupa pipa berusia sudah tua harus diganti.

Menurut dia, saat ini PDAM sudah melakukan perbaikan secara bertahap. Selain memperbaiki pelayanan, pihak pemkab juga sudah melakukan penyegaran manajemen.

Yakni, dengan mengubah struktur komisaris dengan menunjuk komisaris baru dan menyeleksi direktur baru. Harapannya, pengelolaan PDAM lebih efektif dalam peningkatan pelayanan kepada pelanggan. 

“Selain pelayanan, kita juga melakukan penyegaran manajemen,” pungkas dia. Perlu diketahui, tarif PDAM yang sebelumnya dipukul rata sebesar Rp 2.000 per meter kubik, untuk tahun ini mulai dinaikkan sesuai kategori pelanggan rumah tangga.

Ada lima kriteria pelanggan rumah tangga. Yakni,  tipe A hingga E, tarifnya pun berbeda-beda.   

   

(bj/nas/zky/yqn/yqn/JPR)

Source link