Program Belajar Energi Migas merupakan salah satu upaya mengenalkan operasi industri hulu migas kepada pelajar di Bojonegoro. Saat memaparkan materi, Sendy mengenakan pakaian keselamatan kerja, dan membawa beberapa peralatan, seperti kacamata dan sarung tangan. “Di EMCL, kami sangat mengutamakan keselamatan pekerja. Karena itu, peralatan perlindungan diri wajib dipakai saat bekerja,” jelas Sendy.  

Dia menyampaikan, EMCL bangga ikut berpartisipasi dalam pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Salah satunya pengembangan energi alternatif berupa biogas. “Biogas dari kotoran hewan merupakan energi terbarukan yang relevan di masyarakat, karena sumbernya banyak ditemui di sekitar lingkungan, seperti sapi dan unggas,” ungkapnya.

Kasi Kurikulum Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, Kusnadi mengatakan, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dan berkesinambungan. Karena belajar dari para praktisi, lebih mengena daripada sekadar teori dari buku.

Kepala SMKN Purwosari, Roedi Agus Setyono menambahkan, kegiatan ini dilakukan agar anak-anak dapat mengenal tentang migas. Bahkan bisa bertanya ke narasumber sebagai pekerja migas. EMCL menyelenggarakan Belajar Energi Migas yang bekerja sama dengan Yayasan Kampung Ilmu dari Kecamatan Purwosari. 

(bj/fiq/rij/faa/JPR)

Source link