Kenalkan Sejarah dengan Tulisan – Radar Surabaya

Selain itu, menulis juga merupakan bagian untuk terus mengeksplorasi budaya dan kearifan lokal. Apalagi, budaya lokal kini mulai ditinggalkan dan dilupakan. “Ada proses penggalian data untuk menulis sejarah lokal ini,” ungkap dia.

Menurut dia, penggalian sejarah lokal lebih pada sumber cerita orang tua. Sayang, banyak para orang tua yang belum masih paham betul cerita-cerita lokal. Untuk itu, perlu penggalian data supaya sumber lebih terpercaya. “Paling lama soal data, bisa sampai seminggu atau lebih,” ungka Adib.

  Tulisan terbarunya yakni terkait perayaan ogoh-ogoh di Kecamatan Menganti. Di Gresik ternyata masih ada kebudayaan beragam. “Ini keragaman di Gresik, wajib ditulis. Keragaman juga harus dijaga dan dilestarikan,” imbuhnya. (est/han)

(sb/est/ris/JPR)