Keong Emas Rusak Padi Warga – Radar Madura

Tanaman padi yang baru ditanamnya banyak mati. Untungnya, masih dapat diselamatkan, yakni dengan menanaminya kembali. ”Munculnya cepat. Dua hari setelah tanam itu saya lihat daunnya banyak yang patah. Setelah saya cari di bawahnya, ternyata ada keongnya,” jelasnya Rabu (17/1).

Hama yang dalam bahasa latin disebut Pomacea canaliculata Lamarckitu biasanya menyerang tanaman padi muda atau tanaman yang berusia kurang dari 14 hari. Keong emas dapat berkembang biak dengan cepat. Hal itu membuat petani kerepotan membasmi hama tersebut.

Juhari mengatakan, dari telur untuk menjadi dewasa, keong mas hanya membutuhkan 40–waktu 50 hari. Salah satu cara membasmi keong tersebut dengan mengambilnya. ”Keong ini memang suka makan tanaman padi yang masih baru ditanam. Kalau dibiarkan, bisa habis padi saya,” ungkapnya.

Bukan hanya sawah milik Juhari, beberapa sawah lain di sekitarnya juga mengalami nasib serupa. Untuk sementara, petani menggunakan cara manual untuk mengatasi permasalahan itu. ”Kami sisir. Jadi, kalau di sekitar tanaman yang rusak itu kami cari keongnya kemudian kami ambil,” pungkasnya.

(mr/aji/han/bas/JPR)