Mereka, Rendy Riel Hendroyanto, 21, warga Jalan Gebang Kidul 43, Surabaya dan Melisa Sahana Hartanto, 27, warga Jalan Cemara 106, Sukorejo Blitar. 

Informasinya, kedua muda mudi itu ditangkap Jumat (6/7) lalu. Saat itu awalnya ibu Melisa yang bernama Monita datang dari Blitar ke Surabaya untuk mencari anak dan mobilnya. Sebab selepas lebaran lalu, Melisa tak kunjung pulang dan mengembalikan mobil.

Monita yang mendapat informasi anaknya berada di apartemen Jalan Siwalankerto tersebut lantas meminta bantuan polisi untuk menemui. Kemudian Monita bersama personel Unit Reskrim Polsek Wonocolo lantas menuju ke apartemen tersebut.

Sesampai di lokasi, sebenarnya polisi hanya akan membantu menemukan orang tua dan anaknya. Namun ketika akan memasuki kamar yang ditinggali Melisa polisi dan Monita mendapat kendala.

“Saat tiba di kamar apartemen, kami mencoba mengetuk pintu kamar dan meminta Melisa keluar,” kata Kapolsek Woncolo Kompol Budi Nurtjahjo melalui Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Ipda Mujiani, Senin (9/7).

Namun penghuni kamar saat itu hanya membuka pintu kamar sedikit. Lalu sempat mengintip keluar sebentar dan malah kembali menutup pintu dengan cepat. Polisi melihat hal itu semakin penasaran. Sebab dari gelagat dan kelakuan penghuni kamar seperti ada yang mencurigakan.

“Pintu kamar terpaksa kami dobrak, karena penghuni seperti ketakutan dan ada yang disembunyikan,” sambungnya.

Yang mengejutkan setelah pintu terbuka, polisi menjumpai Melisa bersama seorang lelaki yang bernama Rendy. Karena penasaran, kemudian polisi melakukan penggeledahan dan menginterogasi keduanya di kamar tersebut. 

Tak butuh waktu lama, polisi menemukan seperangkat alat isap SS dan sisa SS di salah satu pipet. Selain itu, ditemukan sebuah sekrop, kompor, satu korek api, dua buah plastik kecil bekas bungkus SS, dan kotak rokok dari besi.

Atas temuan barang bukti tersebut, keduanya digelandang ke Mapolsek untuk dimintai keterangan. Keduanya mengaku memang baru saja berpesta SS.“Iya Pak, habis ngisap sabu-sabu bersama pacar saya,” aku Rendy di hadapan penyidik.

Berdasarkan pengakuan Melisa, dia sudah tinggal di apartemen tersebut sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. Saat hari raya sempat pulang ke Blitar. Kemudian selepas hari raya kembali lagi ke Surabaya membawa mobil milik ibunya.“Dari hasil tes urine keduanya dinyatakan positif memakai sabu-sabu,” imbuh Mujiani.

Keduanya saat ini selain ditahan juga bakal dijerat pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal enam tahun kurungan penjara.(rus/no)

(sb/rus/jek/JPR)