Ketua Komisi D Tak Masuk DP4 – Radar Jember

Dalam kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di kabupaten dilakukan serentak oleh semua penyelenggara mulai Komisioner KPU, PPK, PPS dan PPDP. Dari sejumlah rumah yang didatangi, ternyata dijumpai fakta jika masih banyak warga yang tidak masuk dalam DP4. 

Yang menarik terjadi di Desa/Kecamatan Pakusari KPU menemukan fakta jika Hafidi, pengasuh pondok pesantren Bustanul Ulum yang juga Ketua Komisi D DPRD Jember juga tidak masuk DP4. Bukan hanya Hafidi, keluarganya tidak ada dalam daftar DP4 yang dibawa KPU Jember.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari. Dimana satu keluarga yang ditemui ada dua anggota, keluarganya yang tidak masuk DP4. Setiyono, 50, kepala keluarga dan anaknya Dion yang baru menginjak 17 tahun tidak masuk DP4. Padahal Setiyono sebelumnya mengaku selalu hadir dan mencoblos saat ada pemilu.

Terkait dengan temuan ini, Ahmad Hanafi, Komisioner KPU Jember Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan coklit menjadi tahapan yang sangat krusial dalam penyelenggaraan pemilu. “Coklit dilakukan untuk memastikan bahwa setiap warga mendapatkan haknya dalam memilih,” jelasnya. Sehingga pihaknya pun melakukan ini untuk mengetahui warga belum terdaftar sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Terkait temuan sejumlah warga yang tidak masuk DP4, masih akan di-crosscheck. “Bisa jadi data tersebut masuk ke TPS lain,” jelasnya.  Dalam kesempatan kemarin, Hanafi mengatakan untuk coklit ini memang sengaja pihaknya memberikan perhatian khusus untuk setiap lembaga pendidikan khususnya pondok pesantren.

Mereka akan mendatangi dan memberikan sosialisasi terkait pentingnya terdaftar dalam data pemilih. “Banyak santri yang berasal dari luar daerah tapi pada saat pemungutan suara tidak pulang ke rumah.” jelasnya. Karena itu perlu disosialisasikan tentang tata cara pindah memilih. Sehingga demikian santri tersebut tidak kehilangan hak pilihnya dan bisa memilih pilihan politiknya sesuai dengan hati nurani. 

Dia juga berharap masyarakat ikut berpartisipasi dengan proaktif memastikan diri dan keluarganya masuk dalam daftar pemilih. “Selain melakukan coklit, petugas pemutakhiran data pemilih juga diberi tanggung jawab untuk melakukan sosialisasi langsung kepada setiap anggota keluarga” tegasnya. 

Hafidi saat dikonfirmasi terpisah mengakui jika namanya sempat tidak masuk dalam DP4 yang dibawa KPU Jember. “Coklit ini sangat besar manfaatnya, sehingga segera ketemu siapa-siapa yang tidak masuk DP4,” jelasnya. Pihaknya juga mengapresiasi dengan terobosan KPU Jember yang mendatang ke pondok pesantren yang ada di Jember.

(jr/ram/aro/das/JPR)

Source link