Ketua PB Djarum Kunjungi Jawa Pos Radar Kudus – Radar Kudus

Mereka datang bersilaturahmi ke kantor yang beralamat di Jalan Lingkar Utara UMK No 17 Bacin Bae Kudus. Tiba di kantor sekitar pukul 14.15, mereka disambut Pemimpin Redaksi Alan Cholil, Manajer Iklan Heny Susilowati, Manajer Keuangan Etty Muyasaroh, dan sejumlah wartawan. Mereka ngobrol gayeng di ruang redaksi lantai III.

”Akhirnya bisa say hello dengan teman-teman Radar Kudus. Kalau lewat (depan kantor) sudah sering,” ungkap Yoppy begitu memasuki ruangan di lantai III.

Sebelum berdiskusi, Yoppy tertarik membaca Jawa Pos Radar Kudus edisi kemarin. Dia pun membolak-balik koran yang kemarin terbit khusus 16 halaman. Di situ ada halaman khusus Bitingan Master yang terbit kemarin. Yoppy pun menunjukkannya kepada Hariyanto Arbi, si pemilik “Smash 100 Watt”.

”Ini, Har, bagus ya tampilannya. Bitingan Master ini anak-anak SD nanti yang bertanding,” ungkap Yoppy kepada Hariyanto Arbi yang berada di sebelahnya.

Orang nomor satu di PB Djarum ini mengaku, sudah lama ingin datang ke kantor Radar Kudus. Namun karena kesibukan, kunjungannya baru bisa terlaksana kemarin. ”Saya suka Radar Kudus. Tampilannya menarik. Desainnya bagus. Saya sering baca. Kalau pas tidak sempat, saya selalu dikirimin halamannya. Menarik,” ucapnya.

Yoppy juga menceritakan tentang kejuaraan yang baru saja diikuti atletnya. Yakni Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia Junior yang diselenggarakan di GOR Among Rogo Jogjakarta, pada 09-22 Oktober 2017. Dari kejuaraan itu, atlet PB Djarum Rinov Rivaldy berhasil menjadi juara dunia di ganda campuran berpasangan dengan Phita Haningtyas Mentari. ”Kemarin juga masuk di Radar Kudus (profil Rinov). Pas terbitan Hari Pahlawan (10 November),” ucapnya.

Dia sangat mengapresiasi kejuaraan itu, karena antusiasnya tinggi. Acaranya ramai dari awal sampai akhir. Padahal dari pukul 09.00 hingga pukul 21.00. ”Meriah sekali pokoknya,” ucapnya.

Saat ini, atlet binaan PB Djarum ada 100-an lebih. Mereka dibina dengan disiplin. Tujuannya bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga, khususnya bulu tangkis. ”Nanti kapan-kapan akan saya ajak atlet ke sini (Kantor Radar Kudus) dengan jumlah yang lebih banyak. Kita makan siang bareng,” ujarnya sambil tersenyum.

Yoppy juga menjelaskan kenapa mengajak Hariyanto Arbi. Salah satu alasannya, si “Smash 100 Watt” ingin kembali berjuang untuk olahraga di Indonesia. Hanya, jalurnya lewat partai politik.

”Saat ini sangat minim mantan atlet yang terjun di politik. Pernah ada yang mencoba nyaleg, seperti Reksi Mainaky dan Icuk Sugiarto, tapi gagal. Yang berhasil tembus di DPR adalah Yayuk Basuki, mantan petenis Indonesia. Hanya, belum begitu ada suaranya. Mungkin karena sendirian,” ungkapnya. Untuk itulah, dia mendukung para mantan atlet untuk menjadi anggota DPR sebanyak-banyaknya.

”Benar, saya berencana maju jadi anggota DPR RI pada Pileg 2019 mendatang lewat PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Saya mewakili dapil II yang mencakup wilayah Kudus, Jepara, dan Demak,” kata Hariyanto Arbi menimpali.

Mantan atlet PB Djarum yang kini menjadi pengusaha perlengkapan bulu tangkis Flypower ini berharap, dengan menjadi wakil rakyat dari kalangan atlet, bisa membantu anggaran untuk pengembangan olahraga ditingkatkan.

”Saat ini, Bendera Indonesia berkibar di luar negeri itu hanya saat dua momen. Pertama ketika presiden kunjungan. Yang kedua saat atlet juara,” ujarnya disambut tawa semua hadirin.

Obrolan pun kian gayeng. Pemred Alan Cholil dan Manajer Iklan Heny Susilowati juga memaparkan sejumlah kerja sama yang selama ini terjalin baik. Tidak hanya soal olahraga, tapi juga bidang lain. Seperti Bakti Sosial Djarum Foundation. Di mana setiap satu bulan sekali ada halaman khusus di Jawa Pos Radar Kudus yang dibikin oleh anak panti asuhan binaan Bakti Sosial Djarum Foundation.

”Namanya Pena Muda. Kami latih mereka dari awal, mulai cara menulis, wawancara, hingga bisa menerbitkan halaman koran sendiri. Karyanya tiap bulan kami terbitkan,” ucapnya.

Yoppy mengaku sudah melihat karya anak panti asuhan itu. ”Bagus. Saya sempat tidak percaya anak panti asuhan bisa membuatnya. Terima kasih sudah dibantu,” ungkapnya.

Sekitar satu jam mengobrol, ketiganya mohon pamit pukul 15.30. Sebelum pergi, Yoppy mengingatkan lagi akan mengajak atletnya dengan jumlah yang lebih banyak ke Kantor Radar Kudus. ”Pokoknya kapan-kapan makan siang bareng (para atlet) di sini (Kantor Radar Kudus),” ujarnya. 

(ks/ful/lil/top/JPR)

Source link