Khofifah Silaturahmi dengan Ribuan Kader Muslimat NU – Radar Madura

Kegiatan yang dihadiri Khofifah yaitu Pertemuan X Himpunan Daiyah Muslimat (Hidmat) NU-Ikatan Hajjah Muslimat (IHM) NU dan Maulidurrosul Muhammad SAW. Acara tersebut diselenggarakan PW Muslimat NU Jawa Timur (Jatim).

Ketua PW Muslimat NU Jatim Hj. Masruroh Wahid menyampaikan, sedikitnya 5.000 kader Muslimat NU dari beberapa daerah di Jatim menghadiri acara di Ponpes Nurul Amanah. Dia menyatakan, tidak ada perpecahan di tubuh Muslimat NU menjelang Pilgub Jatim 2018.

BERSAHAJA: Khofifah dan Arumi Bachsin berfoto bersama santriwati disaksikan ribuan kader Muslimat NU Jatim.
(VIVIN AGUSTIN HARTONO/Radar Madura/JawaPos.com)

Muslimat NU, tegas Masruroh, merestui dan mendukung Khofifah maju merebut kursi gubenur Jatim. ”Saya terharu dengan banyaknya kader Muslimat yang hadir dalam kegiatan ini. Ini menujukkan Muslimat solid,” ucapnya.

Pengasuh Ponpes Nurul Amanah KH. M. Jazuli Nur menyatakan, Khofifah merupakan sosok panutan bagi kader Muslimat NU. Menteri Sosial itu diharapkan memberikan perubahan lebih baik jika terpilih menjadi gubernur Jatim.

”Beliau (Khofifah, Red) merupakan srikandi Muslimat NU. Beliah bahkan menjadi salah satu menteri terbaik dalam kabinet Jokowi. Beliau dikenal sebagai ibu pengentas kemiskinan di Indonesia,” tuturnya.

Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid yang juga hadir saat acara kemarin mengatakan, Khofifah merupkan sosok ibu bagi Muslimat NU. Khofifah berpengalaman di dunia politik dan birokrasi. Salah satu buktinya, Khofifah saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial.

Emil Dardak, ujar KH Shalahuddin Wahid, merupakan pemuda visioner dan berprestasi. Email lulus S-1 pada usia 17 tahun dan lulus S-2 pada usia 22 tahun. Emil mendalami ilmu ekonomi pembangunan.

Pasangan Khofifah-Emil merupakan komposisi pas untuk menakhodasi Jawa Timur sehingga semakin maju. ”Masyarakat Jawa Timur rugi tidak memilih Ibu Khofifah. Muslimat rugi tidak memilih Khofifah,” pesannya.

Sementara itu, Khofifah menegaskan, partai politik yang mendukungnya maju dalam Pilgub Jatim 2018 sudah klir. ”(Dukungan) partai sudah cukup,” katanya. Dia mengaku selalu mencoba membangun demokrasi secara kualitatif.

Menurut dia, acara yang diselenggarakan PW Muslimat NU Jatim kemarin merupakan momentom bersejarah untuk membangun konsolidasi. Dia menyatakan, tidak benar terjadi perpecahan di Muslimat NU. Ribuan kader yang hadir menujukkan bahawa Muslimat NU solid.

”Ini bagian dari jawaban. Muslimat dibilang pecah. Kami rasa yang terbangun hari ini bisa menjawab itu semua. Itu lebih dari 5.000 yang hadir,” ucapnya.

Dia mengajak masyarakat Jatim, tak terkecuali Madura, bersinergi, merestui, dan mendukung pasangan Khofifah-Emil demi meningkatan kemakmuran dan kehabatan Jatim. ”Kita harus membawa Jawa Timur lebih hebat lagi,” pungkasnya.

(mr/bam/hud/han/bas/JPR)