PADAT: Pemandangan truk yang memadati jalur nasional kemarin (10/6). Mulai besok (12/6) hingga tiga hari ke depan, kendaraan berat tidak boleh beroperasi.
(Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Selasa besok (12/6) pemandangan berbeda terlihat di ruas jalan nasional Tuban. Jalan dipastikan sepi dari kendaraan berat. Ya, jika mengacu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2018, Senin (11/6) hari ini adalah deadline  terakhir kendaraan berat beroperasi.

Diberitakan sebelumnya, dalam peraturan tersebut dinyatakan kendaraan berat diperbolehkan beroperasi terakhir nanti malam sekitar pukul 24.00. Itu karena jalan akan difokuskan untuk para pemudik kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Kendaraan berat seperti truk, trailer, dan tronton diwajibkan libur selama tiga hari ke depan hingga 14 Juni. Dan, baru boleh beroperasi setelah sepekan.

Jika masih ada kendaraan berat yang beroperasi selama tanggal larangan tersebut, mereka bakal dikenakan sanksi.

Apa sanksinya? Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Gunadi mengatakan, kendaraan berat yang nekat beroperasi akan dihentikan dan dipaksa parkir di titik tertentu. Jika mengacu Lebaran tahun lalu, kendaraan berat yang melanggar diparkir di lapangan pertigaan Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Dan, boleh dijalankan kembali jika sudah memasuki tanggal yang ditetapkan.

Gunadi menambahkan, sanksi lanjutan seperti tilang diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

Kasatlantas Polres Tuban AKP Eko Iskandar menegaskan satuannya akan mobile untuk memantau kendaraan berat yang bandel. Untuk hari pertama jika ditemukan pelanggaran, para pengemudi yang melanggar diimbau untuk memarkir kendaraannya. Namun, untuk hari berikutnya jika masih ditemukan pelanggaran yang sama, akan dikenakan sanksi tilang.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

Source link