MOJOKERTO – Ratusan warga Adat Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, melakukan ritual adat kemarin. Dengan memakai pakaian adat, mereka yang lagi ngangsu banyu kahuripan juga mengarak bendera berukuran besar.

’’Bendera ini adalah sebuah simbol bahwa daerah Sendi juga Indonesia,’’ kata salah satu warga adat, Sunari. Meski menjadi kegiatan rutian setiap bulan, bendera dengan panjang 72 meter dan lebar 2 meter dalam acara adat kali ini menjadikan berbeda dari ritual sebelum-sebelumnya.

’’Warga ingin dengan simbol bendara pemersatu ini. Kita sebagai negara yang baik cepat diakui oleh pemerintah,’’ tambahnya. Sebab, sejauh ini keabsahan Sendi secara administrasi masih belum jelas. Sehingga untuk memperjuangkan, sejauh ini warga terus melakukan upaya-upaya, bahwa Sendi juga merupakan warga negara Indonesia. ’’Itu dibuktikan dengan bendera kita. Yaitu, bendera Indonesia,’’ tegasnya.

Pj kades Sendi, Cipto, menjelaskan, ritual di Babakan Kucur Tabud merupakan budaya peninggalan leluhur yang masih terus dilestarikan warga Adat Sendi. ’’Ritual basuhan ini ritual adat yang kami lakukan pada setiap tamu yang datang,’’ ungkapnya.

Menurut Cipto, acara tersebut merupakan festival kelola rakyat yang digelar warga untuk mengenalkan Desa Adat Sendi. Serta melestarikan budaya tradisi nusantara. Tak urung, sebelum mereka diterima sebagai sedulur, mereka harus mengikuti acara Basuhan.

Setelah basuhan baru diberikan sabuk kain berwarna kuning sebagai simbol ikatan persaudaraan dari warga Sendi. ’’Dengan memakai sabuk kain tersebut maka para tamu juga tidak akan mendapatkan gangguan dari manapun, termasuk dari mahluk gaib yang jahil atau jahat terhadap manusia,’’ tandasnya.

Setelah prosesi di Babakan Kucur Tabut, para tamu dihantarkan menuju puncak Puthuk Kursi atau Sanggar Pamudjan untuk diajak berdoa bersama. ”Selesai berdoa, para tamu baru kami hantarkan keliling kampung menuju Paseban Agung,’’ tandasnya.

Maksudnya, kirab keliling kampung adalah pengenalan wilayah Tlatah Adat Sendi kepada para tamu. ’’Begitu sebaliknya, ini merupakan bentuk pemberitahuan kepada masyarakat luas dan para leluhur. Bahwa tamu yang kami hantarkan keliling adalah sedulur baru bagi warga Adat Sendi,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

Source link