Beragam acara dilakukan Pondok Modern Darul Hikmah. Termasuk kemarin (8/7), ribuan orang tua wali murid serta ribuan santriwan dan santriwati memadati halaman utama pondok tersebut.

RESMI: Klinik Marhamah Pondok Modern Darul Hikmah diresmikan oleh perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, yang mewakili Jaksa Agung Republik Indonesia, dan didampingi oleh pejabat-pejabat dari
(AGUS DWIYONO/RATU)

Saat wartawan ini sampai di lokasi sekitar pukul 09.30, tampak tempat duduk disediakan pondok pesantren dipenuhi pengunjung dan tamu undangan. Meski demikian, membeludaknya pengunjung membuat sebagian orang tua santri tidak memperoleh tempat duduk, dan akhirnya mereka duduk di area masjid maupun  halaman rumah warga.

Selain halalbihalal waktu itu, agenda pondok tersebut juga membuka pendaftaran santri dan santriwati baru tahun ajaran baru yang penutupannya pukul 11.30, sekaligus ditandai peresmian klinik Pondok Modern Darul Hikmah.

Tak tanggung, perwakilan kepala Kejati Jatim yang mewakili jaksa agung, dipercaya meresmikan tempat pelayanan kesehatan tersebut.      

Ketua Yayasan Pondok Modern Darul Hikmah, Abdul Manab mengatakan, ajang halalbihalal mengajak wali santri kelas 1 madrasah tsanawiyah hingga kelas 6 madrasah aliyah.

“Wali yang menghadiri seribu lebih, yang diundang walinya terkadang yang ikut sekeluarga karena rumahnya jauh-jauh,” jelasnya.

Halalbihalal kebetulan bersamaan dengan pendaftaran santri baru. Bahkan tidak jarang beberapa orang tua santri baru juga mengikuti rangkaian kegiatan dari akhir sampai selesai.

“Hari ini (kemarin, Red) masih bertepatan pendaftaran santri baru, yang sudah registrasi sebanyak 315 dan masih dibuka pendaftran. Jadi yang ikut acara sekaligus wali santri baru juga,” jelas pria ramah itu.

Dia mengaku, banyak lulusan pondok modern tersebut kini diterima di perguruan tinggi ternama di Indonesia dan tembus internasional, termasuk di Thailand, Perancis, dan lain sebagainnya.

Prestasi itu tidak lepas dengan pengaruh diwajibkannya santri membiasakan dua bahasa, yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab.

“Kalau di sini memang diwajibkan menggunakan dua bahasa dan harus,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, inti atau pun puncak dari kegiatan kemarin, yakni meresmikan klinik Pondok Modern Darul Hikmah, ditandai dengan pemotongan pita oleh perwakilan kepala Kejati Jatim mewakili Jaksa Agung, serta pelepasan beberapa balon udara.

“Tadi gunting pita dalam peresmian diwakili Sukarta. Beliau merupakan perwakilan kepala Kejati Jatim yang mewakili Jaksa Agung Republik Indonesia,” jelasnya.

Dia mengatakan, peresmian ditandai pemotongan pita tersebut dihadiri pejabat lain. Seperti kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, para dokter-dokter muda, perwakilan Kejati Jatim, Polsek Kedungwaru, pihak TNI, dan lain sebagainya.

Nama klinik yang diresmikan tersebut Marhamah, sesuai dengan pemilik tanah yang mewakafkan untuk keperluan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat setempat. Nanti klinik bisa untuk umum.

“Dibuat untuk umum, tapi ya tetap milik yayasan. Semua ruangan sudah layak, hanya kurang ruang tunggu  belum ada,” jelasnya. (*/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)