Komentar Wakil Ketua Dewan soal Korupsi DD – Radar Bromo

DESAK OTAK KORUPSI DITANGKAP: Wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Musayyib Nahrawi.
(Arif Mashudi/ Radar Bromo)

KRAKSAAN–Penanganan kasus dugaan korupsi dana desa (DD) di Kecamatan Paiton jadi perhatian wakil ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Musayyib Nahrawi. Pria yang juga ayah tersangka Abdul Muhaimin yang telah ditahan polisi itu menyebut, ada otak pelaku yang harus diproses kepolisian. 

Politisi PKB itu juga menyebut, jika Abdul Muhaimin, anaknya yang kini berstatus tersangka hanyalah korban. Karena itu, Musayyib menyesalkan pengusutan kasus tersebut oleh Satreskrim Polres Probolinggo yang belum tuntas. 

“Saya tidak sedang mengintimidasi penegak hukum atas proses hukum yang dijalani anak saya. Saya menghormati proses hukum yang berjalan,” katanya.

Namun sayangnya, polisi hingga saat ini belum mengungkap otak pelaku atas dugaan kasus pemotongan DD tersebut. Ia meyakini jika anaknya hanya korban. 

Sebab, baru menjabat sebagai kasi pemerintahan sekitar 1,5 bulan. Karena itu, Musayyib mendesak polisi untuk mengusut tuntas sampai otak pelaku tertangkap.

Hanya saja, Musayyib tak menjelaskan siapa otak pelaku yang dia maksud. “Kalau memang anak saya bersalah, ya silakan proses hukum. Sebab, anak saya tidak pernah menerima uang DD itu. Saya juga minta proses hukum secara adil,” terangnya.

Diketahui, pencairan DD di wilayah Kecamatan Paiton diduga kuat dipotong. Berdasarkan penyidikan Unit Tipikor Polres Probolinggo, dugaan pemotongan itu dilakukan oleh Abdul Muhaimin.

Modusnya, dengan meminta tolong pada Kepala Kantor Kas Bank Jatim Nurul Jadid bernama Wisnu Sukmo, untuk memotong langsung DD yang telah dicairkan. Yaitu, sekitar Rp 9,2 juta tiap desa. Wisnu Sukmo sendiri, juga ditetapkan sebagai tersangka pada 11 November silam.

Dari kantor kas Bank Jatim itu, diamankan barang bukti uang sekitar Rp 137 juta. Polisi pun menetapkan Abdul Muhaimin sebagai tersangka. Tersangka sempat ditahan oleh polisi, meski sepekan berikutnya, penahanan tersebut ditangguhkan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, pengusutan kasus tersebut memang belum tuntas. Hingga saat ini, pihaknya masih memproses tersangka Wisnu. Termasuk juga tengah mengembangkan adanya keterlibatan tersangka lain.

“Kami tidak pernah main-main untuk mengusut sampai tuntas. Jika memang ada bukti keterlibatan tersangka lain, pasti kami proses semua,” tegasnya.

(br/mas/mie/mie/JPR)

Source link