“AWALNYA memang hanya berbagi info tentang Sidoarjo, ternyata responsnya bagus dan kini berbagai semua info,” demikian ungkap Wakil Ketua II ILS, Amelia Puspasari.

Wanita 33 menjelaskan ILS didirikan pada 14 September 2015. Meski baru bergabung pada 2 Februari lalu, namun ia mengaku banyak manfaatnya. Sebab, dengan jumlah anggotanya sekitar 250 ribu itu, banyak informasi tentang Kota Delta yang bisa diketahui melalui ILS.

Para anggota ILS pun juga bisa juga langsung menyikapi informasi tersebut.

“Misalkan ada orang hilang maupun sakit, kita langsung bisa tanggapi. Seperti menghubungi pihak-pihak terkait. Intinya kegiatan ini sifatnya sosial ada iuran wajib dari anggota yang digunakan sebagai anggaran untuk kegiatan sosial,” imbuhnya.

Diterangkan, pengurus ILS ada 13 orang. Sementara di tiap-tiap kecamatan ada koordinatornya. Sementara itu anggotanya terdiri aparat hingga anak sekolah. 

Amelia mengatakan anggota ILS tidak hanya kompak di dunia maya, tetapi mereka juga akrab dan guyub dalam dunia nyata (medsos). Setiap seminggu sekali mereka melakukan jumpa darat. Melalui kopi darat itulah, mereka lebih saling menyambung persaudaraan dan juga membahas apa saja yang hangat di Sidoarjo. 

“Artinya bukan yang terkait politik lebih banyak ke seni budaya dan sosial. Jadi ini terbentuk karena ingin berbagi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I ILS, Budi Setiawan mengatakan kegiatan ILS ini juga didukung oleh Polresta Sidoarjo. “Jadi di grup ini dilarang memposting razia yang dilakukan oleh kepolisian. Memang ini sudah ada instruksi dari Polda Jatim,” katanya.

Ia menambahkan jika ada postingan yang berbau SARA atau menyimpang maka admin akan memberikan teguran. “Jika tiga kali melakukan hal yang sama maka admin akan memblokir akun tersebut,” jelasnya. (*/jee) 

(sb/rek/rek/JPR)