Kondisi Bocah yang Diumpankan ke Kera – Radar Bromo

LUKA CAKARAN KERA: AZ (kiri) saat asyik bermain. Di tubuhnya dipenuhi sejumlah luka bekas cakaran kera.
(Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Video AZ, 5, yang disiksa kakeknya sendiri viral di media sosial. Maklum saja, saat itu AZ ditelanjangi lantas diumpankan ke kera hingga ia berulang kali diserang si kera. Usai video itu viral, banyak warga yang berniat mengadopsinya.

————-

Tingkah laku AZ, di teras rumah Kepala Dusun Brambang, Mat Sujai, hari itu (7/11) tampak lincah. Sesekali berlari, tertawa dan bermain kartu dengan teman-teman sebayanya. Sekilas, tak tampak wajah sedih atau depresi.

Bekas luka masih terlihat di sejumlah bagian tubuhnya. Misalnya di pipi sebelah kanan, lukanya sudah mengering. Lalu, di paha kiri sampai kaki, ada bekas luka yang juga mulai mengering.

Dengan celana di atas lutut, setiap orang bisa dengan jelas melihat luka-luka yang mulai mengering di tubuh AZ itu. Ya, luka-luka itu didapatinya usai jadi korban penganiayaan. Pelakunya adalah kakeknya, Harun A. Baadilah, 44, warga Desa Brambang.

Dia diumpankan ke kera oleh kakeknya. Bahkan, aksi itu direkam dan videonya jadi viral di medsos. AZ sendiri agak sulit diajak bicara. Sebagai anak-anak, dia lebih sering diam saat ditanya. AZ juga lebih fokus bermain dengan teman-teman sebayanya. Mulai bermain kartu, kejar-kejaran, termasuk bermain sepeda.

Pertemuan pada Kamis (7/12) dengan AZ itu, bagi Jawa Pos Radar Bromo adalah kali ketiga. Sebelumnya Rabu (6/12), AZ ditemui di rumah kakeknya dan di Mapolres Kota Pasuruan.

Saat itu, AZ memakai baju dan celana panjang. Sehingga, luka-lukanya tidak terlihat. Warga sekitar pun cukup mengenal AZ. Rosida, 50, warga yang rumahnya sekitar 200 meter dari rumah kakek AZ, mengaku sering melihat AZ main di lingkungan sekitar.

 “Hampir setiap hari main ke sini. Pagi pulang sekolah, siang, dan malam hari, juga main ke sini,” ungkapnya.

Entah apa yang memotivasi AZ untuk bermain agak jauh dari rumahnya. Kemungkinan, karena banyak teman-teman seusianya yang bisa diajak bermain di tempat itu.

Adi, 10, anak sekitar, juga mengaku sering melihat AZ main di tempat itu. “Tapi saya jarang main sama dia. Soalnya suka ngerusak barang,” jelasnya. Meskipun aktif, Adi mengaku AZ pendiam dan jarang ngomong dengan orang lain.

Siang itu, warga pun banyak berkumpul di rumah Kasun Mat Sujai. Awalnya, awak media memang ingin meliput kegiatan AZ di rumahnya. Tapi sayangnya, pagar rumahnay terkunci. Karena itu, awak media pun berkumpul di tempat AZ bermain.

Sampai akhirnya, sang bude Bilqis datang menjemput. Bilqis sendiri enggan berbicara banyak dengan awak media. Namun. saat ini tanggung jawab penuh mengasuh AZ, diserahkan pada Bilqis.

Sebelum diputuskan sebagai pihak yang mengasuh AZ, Bilqis mengaku, sempat adu mulut dengan keluarga besar almarhum ayah AZ, Indra Gunawan. Keluarga almarhum ayah AZ, meminta hak asuh AZ dialihkan pada mereka.

Bahkan, Alfiyah, 45, sepupu ayah AZ, sengaja datang ke Desa Brambang untuk melihat kondisi AZ. “Ya saya miris lihat pemberitaan di media. Karena itu, saya datang dan meminta kejelasan. Kalau nggak sanggup mengasuh, biar kami yang mengasuh AZ,” jelasnya.

Menurut Alfiyah, sejak dua tahun lalu, AZ memang diasuh kakeknya. Yaitu sejak ayahnya, Indra Gunawan meninggal karena sakit liver.

AZ mempunyai kakak laki-laki yang bernama Dv, 7. Saat ini, Dv diasuh keluarga besar Indra Gunawan. Karena melihat AZ tak diasuh dengan baik, keluarga ayah AZ tersentak dan ingin meminta hak asuh.

Tak hanya keluarga almarhum ayah, sejumlah warga Kabupaten Pasuruan juga mengungkapkan keinginan mengasuh AZ. Namun, proses pengasuhan saat ini tetap diberikan kepada orang tua.

Sampai Kamis (07/12), AZ tinggal di rumah kakeknya Harun. Namun, tanggung jawab mengasuh AZ, diberikan pada budenya, Bilqis.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pasuruan, masih bermusyawarah membahas pengasuhan AZ ke depan.

Tri Hadi Sulanjar, kasi rehabilitasi anak dan lanjut usia di Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, AZ tetap dalam pantauan Dinas Sosial. Namun, pengasuhan AZ diserahkan kepada orang tuanya yang utama.

“Kami utamakan rembukan dan musyawarah keluarga besar seperti apa. Sehingga, yang utama adalah hak dan kewajiban orang tua yang ada yaitu, Tasya. Itu yang kita dahulukan,” jelasnya.

Kendati masih tinggal di rumah kakeknya, Tri mengatakan, saat ini budenya Bilqis yang memantau AZ. Selain itu, AZ tetap tinggal di lingkungannya. Tujuannya, agar hak-haknya sebagai anak tidak diabaikan. “Seperti sekolah. Jangan sampai diabaikan selama proses hukum berlangsung,” ujarnya.

VIRAL: Salah satu potongan video AZ saat diumpankan kakeknya sendiri Harun ke kera dalam kondisi telanjang bulat yang viral di medsos. Harun kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
(Istimewa)

(br/mie/eka/mie/JPR)

Source link